Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Pandemi, Properti Masih Menarik Jadi Pilihan Investasi

Saat ini menjadi waktu yang tepat bagi kaum muda atau milenial untuk mengalokasikan dana liburan ke investasi sektor properti.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  20:08 WIB
Kendaraan bermotor melintas di depan gedung apartemen di Jakarta, Jumat (29/5/2020). Pemerhati sektor properti menilai bahwa investasi di sektor properti masih menarik di tengah pandemi Covid-19. - Bisnis/Dedi Gunawan
Kendaraan bermotor melintas di depan gedung apartemen di Jakarta, Jumat (29/5/2020). Pemerhati sektor properti menilai bahwa investasi di sektor properti masih menarik di tengah pandemi Covid-19. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia memang menjadi pukulan bagi sektor properti tanah air.

Pasalnya, peningkatan tren sektor properti dalam setahun terakhir ini terpaksa mengalami penurunan sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Namun, pemerhati sektor properti Indra W. Antono memprediksi bahwa sektor properti masih menjadi investasi menarik baik saat ini ataupun pascapandemi. Penerapan kenormalan baru atau new normal, katanya, juga akan membawa pengaruh positif ke sektor properti, khususnya residensial.

“Meskipun dihadapkan dengan pandemi Covid-19 ini, investasi properti masih menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan, ketika kondisi ini sudah pulih akan ada banyak yang membutuhkan properti,” ujar Indra melalui siaran pers, Senin (9/6/2020).

Alasannya, hampir semua orang melakukan aktivitas sehari-hari di luar rumah, khususnya kaum muda atau milenial. Namun, sejak diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 3 bulan terakhir, rumah yang biasanya sepi akan terasa penuh karena semua penghuninya membatasi kegiatan di luar rumah dan melakukan semua aktivitas dari rumah saja.

“Sejak diberlakukannya PSBB selama hampir 3 bulan, para pasangan muda atau milenial baru merasakan betapa sumpeknya tinggal di rumah mertua atau orang tua. Dari sinilah timbul keinginan untuk memiliki rumah,” kata Indra.

Menurutnya, saat ini juga menjadi waktu yang tepat bagi kaum muda atau milenial untuk mengalokasikan dana liburannya ke investasi sektor properti.

Indra menambahkan bahwa berinvestasi di properti memiliki lebih banyak keunggulan jika dibandingkan dengan investasi lain berupa emas, reksadana, atau obligasi.

"Paling menarik, investasi properti menawarkan lebih banyak keunggulan menarik bila dibandingkan dengan unit investasi lainnya. Maka, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk alokasi pengeluaran jalan-jalan dan liburan ke luar negeri untuk dialihkan ke properti saja," tuturnya.

Indra mengemukakan bahwa diperlukan dua hal dalam menjalankan investasi properti untuk mendapatkan harga terbaik. Calon konsumen harus memperhatikan capital gain, serta harus memperhatikan momentum stimulus.

“Pada kondisi saat ini sangat mendukung unsur capital gain karena selain developer yang memberi harga terbaik, perbankan juga banyak memberikan bonus.”

Sementara itu,untuk momentum stimulus sendiri adalah membeli properti sebelum masa serah terima unit karena ketika unit mulai ramai dan harga tanah naik, developer juga akan meningkatkan harga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi properti New Normal
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top