Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Tunda Naikkan Harga, Saat yang Tepat Beli Properti?

Selama Februari–Mei 2020, sejumlah investor diklaim tetap mengambil kesempatan dengan membeli rumah di Royal Tajur.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  10:14 WIB
Kawasan perumahan di Royal Tajur, Bogor. - Istimewa
Kawasan perumahan di Royal Tajur, Bogor. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pada masa pandemi seperti saat ini, banyak pengembang yang menunda untuk menaikkan harga properti mereka sehingga sekarang dinilai menjadi saat yang tepat untuk berinvestasi.

“Yang jelas, dalam 6 bulan terakhir ini, di mana dalam keadaan normal bisa ada kenaikan harga dua kali yang mencapai 5 persen, tetapi kami tunda. Malah kami beri promo diskon harga hingga Rp150 juta untuk tipe rumah tertentu. Faktanya, nilai investasi properti di Royal Tajur naik terus per tahun sekitar 10 persen,” kata Hendra Gunawan, General Manager Royal Tajur Bogor, melalui siaran pers, Kamis (4/6/2020).

Jadi, lanjut Hendra, kalau membeli properti sekarang, mereka langsung memperoleh keuntungan Rp150 juta, serta harga yang belum naik.

Dia mengklaim bahwa sejumlah investor tetap mengambil kesempatan ini dengan membeli rumah di Royal Tajur pada kurun waktu Februari–Mei 2020.

Menurutnya, pembelian dapat dilakukan dengan skema pembayaran yang fleksibel yang bisa diatur sesuai dengan arus kas investor atau pembeli, bisa dengan tunai bertahap fleksibel, bahkan saat cicilan belum lunas cicilan, pembeli bisa menempati rumahnya, serta bisa dengan KPR/KPA yang fleksibel, bahkan bisa tanpa uang muka.

“Dua bulan belakangan ini di Royal Tajur penjualan tetap stabil, peminat properti visit dan melihat produk kami, mereka merasakan tinggal di tengah kota dapat kenyamanan, udara yang sejuk, great view Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango, langsung mereka booking khawatir produk pilihannya dibeli orang,” kata Hendra.

Namun, belakangan ini, dia mengungkapkan bahwa mungkin dikarenakan berbagai pertimbangan lain akibat efek pandemi Covid-19, saat pembayaran pertama, sejumlah orang ada yang menunda pembayarannya, bahkan ada yang membatalkannya.

Keputusan ini dianggapnya kurang tepat. Pasalnya, kata Hendra, jika investor memiliki kemampuan disarankan agar menghilangkan keraguan sebab masa krisis pasti berlalu, sedangkan kesempatan mendapatkan harga terbaik hanya sekarang ini.

Akan tetapi, tuturnya, tidak sedikit juga investor tetap optimistis bahwa properti merupakan investasi primadona pada masa pandemi, selain emas.

“Apalagi pemerintah sedang gencar menyosialisasikan pemberlakuan new normal sebagai tatanan kehidupan normal baru di Indonesia yang merupakan ‘jalan Tengah’ agar penyebaran Covid-19 dapat dihambat.”

Di sisi lain, katanya, roda perekonomian tidak berhenti karena bencana krisis ekonomi sama berbahayanya bagi kelangsungan hidup bangsa ini. “Oleh karena itu, investor jangan tunda beli properti.”

Selain kaveling siap bangun, sekarang ini anak perusahaan Suryamas Group sedang fokus memasarkan tiga tipe rumah serta unit apartemen fully furnish Royal Heights.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi properti pandemi corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top