Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lahan Belum Beres, Konstruksi Tol Probowangi Diprediksi Molor

Adanya pandemi Covid-19, konstruksi yang rencananya dimulai pertengahan tahun ini juga akan berubah mengingat proses pembebasan tanah juga melambat.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  18:55 WIB
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kiri) di sela-sela peresmian beroperasinya jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) di Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019). - Setkab
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kiri) di sela-sela peresmian beroperasinya jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) di Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019). - Setkab

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi memperkirakan konstruksi proyek jalan tol Probolinggo—Banyuwangi berpotensi molor. Pasalnya, target pengerjaan pembangunan pada pertengahan tahun ini terkendala pembebasan lahan yang terdampak Covid-19.

Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi Dominicus Hari Pratama mengatakan bahwa sampai dengan saat ini, konstruksi jalan tol Probolinggo—Banyuwangi (Probowangi) belum dimulai.

"Pembebasan tanah masih sedang berjalan dan belum ada tanah yang diserahkan kepada PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi selaku BUJT atau badan usaha jalan tol Probolinggo—Banyuwangi," kata Hari kepada Bisnis, Selasa (2/6/2020).

Lebih lanjut, katanya, dengan adanya pandemi Covid-19, konstruksi yang rencananya dimulai pertengahan tahun ini juga akan berubah mengingat proses pembebasan tanah juga melambat.

"Harapan kami konstruksi jalan tol Probolinggo—Banyuwangi Seksi 1 yaitu ruas yang berada di wilayah kabupaten Probolinggo dapat dimulai paling lambat pada akhir tahun ini," katanya.

Hari menambahkan bahwa adanya pembatasan-pembatasan yang dilakukan akibat pandemi Covid-19 seperti social dan physical distancing berpengaruh pada kecepatan progres pembebasan lahan. "Jadi, progres pembebasan lahan tidak berjalan sebagaimana rencana semula."

Namun, pihaknya optimistis konstruksi secara keseluruhan dari tol Probowangi dapat rampung pada 2025. Tol Probowangi merupakan ruas terakhir dari seluruh jalan tol Trans-Jawa.

Pembangunan jalan tol Probolinggo—Banyuwangi dengan total panjang sekitar 172 kilometer terbagi ke beberapa bagian yaitu Seksi 1 yang terletak di Kabupaten Probolinggo yaitu ruas Probolinggo—Besuki sepanjang 29,6 kilometer.

Untuk Seksi 2 yang terletak di Kabupaten Situbondo yaitu ruas Besuki—Bajulmati sepanjang 110,9 kilometer. Kemudian Seksi 3 di Kabupaten Banyuwangi yaitu ruas Bajulmati—Ketapang sepanjang 31 kilometer.

Pengerjaan konstruksi seksi 1 rencananya dikerjakan pada tahun ini. Hari mengatakan bahwa untuk pembangunan jalan tol Probowangi Seksi 1 sepanjang lebih kurang 30 kilometer dibagi menjadi tiga paket.

Kontraktor tiap-tiap paket yaitu Seksi 1 Paket 1adalah KSO (kerja sama operasi) PT Waskita Karya Tbk. dan PT Wijaya Karya Tbk.; Seksi 1 Paket 2 yaitu KSO PT Adhi Karya Tbk., PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya; Seksi 1 Paket 3 yaitu KSO PT Pembangunan Perumahan Tbk. dan PT Gorip Nanda Guna.

Sebelumnya diberitakan juga bahwa pihak China tertarik untuk menyuntik dana pembiayaan proyek. Ketika menanggapi hal tersebut, Hari mengatakan bahwa kepemilikan saham di PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi saat ini tetap sebagaimana semula, tetapi  dengan perubahan komposisi.

"Perubahan komposisi yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dengan 94,84 persen, PT Brantas Abipraya (Persero) yaitu 5,05 persen, dan PT Waskita Toll Road 0,15 persen," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol jasa marga
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top