Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembebasan Lahan Proyek Kilang Tuban Hampir Tuntas

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan adanya kemajuan yang berarti di proyek Kilang Tuban.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  22:43 WIB
Pekerja menggunakan alat berat untuk pelaksanaan pemulihan (restorasi) garis pantai proyek kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2019). /ANTARA -Moch Asim - foc.
Pekerja menggunakan alat berat untuk pelaksanaan pemulihan (restorasi) garis pantai proyek kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (30/11/2019). /ANTARA -Moch Asim - foc.

Bisnis.com, JAKARTA - Proses pembebasan lahan proyek pembangunan kompleks kilang minyak dan petrokimia di Tuban, Jawa Timur sudah mencapai 92 persen dari total 841 hektar.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan terjadi kemajuan penyelesaian investasi mangkrak di proyek Kilang Tuban. Pasalnya, proyek investasi di Tuban termasuk dalam daftar Rp708 triliun investasi mangkrak yang dicatatkan oleh BKPM. 

Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penyelesaian permasalahan pembebasan lahan di Kabupaten Tuban secara intensif sejak 2019 dan perizinan-perizinan yang membuat proyek itu mangkrak. 

Dia mengatakan, BKPM mencatat masih ada beberapa pekerjaan rumah terkait dengan beberapa perizinan yaitu izin-izin lingkungan. Saat ini, sedang dalam proses percepatan kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Penyelesaian proyek ini adalah prioritas pemerintah untuk membangun hilirisasi industri di dalam negeri sehingga Indonesia dapat mengurangi defisit neraca impor, ketergantungan akan impor minyak dan dapat membangun ketahanan industri nasional,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (28/5/2020).

Adapun, Kepala BKPM membentuk tim khusus dalam internal BKPM untuk mempercepat penyelesaian masalah di Tuban. 

Pada awal Februari 2020, Kepala BKPM telah mengunjungi lokasi proyek untuk menyelesaikan negosiasi dengan masyarakat sekitar. 

Hal tersebut dilakukan karena proyek ini akan memberikan dampak positif secara langsung, diantaranya penyerapan hingga 20.000 tenaga kerja pada saat konstruksi dan 2.500 pekerja dalam tahap operasional.      

“Kepala BKPM menaruh perhatian sangat besar pada proyek Tuban. Beliau membentuk tim khusus untuk mengawal investasi ini sampai jadi. Targetnya 2026 sudah bisa beroperasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (MP2) Pertamina Ignatius Tallulembang menyatakan bahwa GRR Tuban adalah salah satu proyek yang menjadi prioritas untuk segera diselesaikan.

Pertamina dan Rosneft telah menandatangani kontrak desain Kilang Tuban dengan kontraktor terpilih pada Oktober 2019 yang lalu.

Saat ini proses Basic Engineering Design (BED) dan Front End Engineering Design (FEED) tengah berjalan.

“Dengan dukungan semua pihak, pembangunan kilang diharapkan berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang ditargetkan, sehingga kita bisa berdaulat secara energi,” ungkapnya.

Proyek Kilang Minyak Tuban dimiliki oleh PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia, yang merupakan usaha patungan antara Pertamina (55 persen) dan Rosneft PJSC (Rusia) (45 persen).

Proyek ini bagian dari New Grass Root Refinery (NGRR) yang dibangun Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri dan memproduksi petrokimia berkualitas tinggi dengan nilai proyek Rp211,9 triliun.

Pembangunan kilang minyak masuk dalam proyek infrastruktur prioritas, baik dalam bentuk kilang baru (NGRR) maupun pengembangan kilang minyak yang ada (Refinery Development Master Project / RDMP). 

Namun berbagai kendala menghadang seperti pembebasan lahan, perizinan hingga penyelesaian kontrak. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkpm kilang Kilang Tuban
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top