Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cuek Soal Corona, Bahlil Kejar Penyelesaian Proyek Kilang Tuban

Investasi proyek startegis nasional ini diperkirakan senilai US$15-16 miliar atau sekitar Rp225 triliun.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 14 Maret 2020  |  13:25 WIB
Blok Tuban. - Antara
Blok Tuban. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Cuek dengan isu wabah Corona, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meluncur ke Tuban, Jawa Timur Sabtu (14/03/2020).

"Subuh pukul 05.00 WIB, Pak Kepala BKPM sudah ke Tuban dari Soetta," ujar Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Rizal Calvary Marimbo di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (14/3/2020).

Rizal mengatakan, Kepala BKPM akan mengawal proyek ini hingga tahap produksi. Investasi di proyek kilang minyak Tuban ini senilai US$15-16 miliar atau sekitar Rp225 triliun.

"Proyek pembangunan Kilang Tuban merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sudah dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN," imbuh Rizal.

Dia menuturkan kilang ini akan memberikan tambahan pasokan untuk kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berkualitas guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Keberadaan kilang juga akan membawa dampak bagi masyarakat sekitar.  Pembangunan kilang tersebut juga akan menyerap 35 persen tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Sementara itu, penyerapan tenaga kerja yang dibutuhkan saat kontruksi sebanyak 20.000 pekerja. Sedangkan, estimasi pekerja saat kilang beroperasi mencapai 2.500 pekerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkpm Virus Corona Kilang Tuban proyek strategis nasional (PSN)
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top