Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenhub Siapkan Aturan New Normal Untuk Ojol

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menuturkan saat ini belum ada kebijakan mengenai ojol di masa setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir di daerah-daerah yang sudah menerapkan PSBB.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  16:40 WIB
Pembagian 1.000 nasi kotak kepada pengemudi ojek online di Kota Batam, Kamis 92/4/2020). - Bisnis/Bobi Bani
Pembagian 1.000 nasi kotak kepada pengemudi ojek online di Kota Batam, Kamis 92/4/2020). - Bisnis/Bobi Bani

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan aturan kenormalan baru atau New Normal di sektor transportasi dalam jaringan (daring) atau online khususnya bagi ojek online.

Pasalnya, terutama di daerah yang menerapkan PSBB, pengemudi ojol tak boleh mengangkut penumpang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menuturkan saat ini belum ada kebijakan mengenai ojol di masa setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir di daerah-daerah yang sudah menerapkan PSBB.

Pasalnya, pasca PSBB, ada istilah yang dikenal sebagai new normal atau kenormalan baru dimana aktivitas sehari-hari mulai menyesuaikan dengan keberadaan pandemi Covid-19.

"Belum [ada aturan dan kebijakan lanjutan terkait ojol], dibuat dahulu, kami tengah menunggu skemanya, tengah direncanakan," jelasnya kepada Bisnis, Rabu (27/4/2020).

Sebelum new normal digaungkan, ojol memiliki protokol dan landasan hukum beroperasi di tengah pandemi virus corona mengacu pada PM 18/2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 yang ditetapkan pada 9 April 2020.

Dalam PM tersebut, ojol masih dapat beroperasi mengangkut penumpang dan barang di daerah zona hijau.

Sementara itu, di daerah zona merah dan yang sudah menerapkan kebijakan PSBB, pemerintah daerah diberi kebebasan untuk memperbolehkan ojol mengangkut penumpang dan barang atau hanya mengangkut barang saja.

Pada beberapa daerah, terutama DKI Jakarta, ojol dilarang mengangkut penumpang yang berdampak terhadap penurunan pendapatan pengemudi ojol hingga 70 persen.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani pun membenarkan pernyataan bosnya dengan menyebut tengah mempersiapkan kebijakan ojol di tengah new normal nantinya. Terkait kemungkinan dapat kembali mengangkut penumpang, hal tersebut masih menjadi pembahasan.

"Kami sedang mempersiapkan," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Virus Corona Ojek Online New Normal
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top