Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ironis! Angkutan Umum Sepi Penumpang, Travel Gelap Malah Laris

Organda menyayangkan adanya praktek travel gelap yang mengangkut penumpang tanpa izin dengan keperluan mudik.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  16:35 WIB
Petugas menghentikan Bus AKAP Pelangi di Gerbang Tol Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin (18/5). (ANTARA/HO - 20)
Petugas menghentikan Bus AKAP Pelangi di Gerbang Tol Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Senin (18/5). (ANTARA/HO - 20)

Bisnis.com, JAKARTA - Organda menyayangkan adanya praktek travel gelap yang mengangkut penumpang tanpa izin dengan keperluan mudik. Padahal, angkutan umum darat harus mengalami penurunan penumpang secara drastis.

Sekjen Organda Ateng Haryono mengatakan persyaratan untuk melakukan perjalanan melalui angkutan darat dinilai cukup berat oleh masyarakat yang memiliki kepentingan mudik. Hal itu dikarenakan penumpang bus harus melampirkan sejumlah dokumen yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan.

"Alhasil, okupansi penumpang bahkan tidak sampai 50 persen dari jumlah kursi yang tersedia. Ada pengusaha yang menjalankan bus setiap tiga hari sekali dengan jumlah penumpang maksimal hingga 10 penumpang," kata Ateng, Jumat (22/5/2020).

Dia mengungkapkan jumlah penumpang menjelang Idulfitri memang tidak mengalami penaikan seiring dengan adanya pengetatan persyaratan penumpang yang diangkut seperti diatur oleh Surat Edaran Gugus Tugas No. 4/2020.  Bahkan, dengan minimnya jumlah penumpang pengusaha otobus pun tidak mengoperasikan kendaraannya setiap hari.

Namun, lanjutnya, kondisi sepi penumpang ini menjadi ironis karena dimanfaatkan oleh mobil berpelat hitam untuk mengangkut penumpang karena dianggap lebih mudah tanpa harus menyertakan kelengkapan data. Kondisi itu justru bertentangan dengan tujuan penerbitan SE Gugus Tugas yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperketat protokol pencegahan Covid-19.

“Mereka [travel gelap] enggak ada protokol apapun, sepuluh orang diisi bahkan malah berlebihan. Ini ironis kayak gitu masih berjalan dan menunjukkan penyelenggaraan angkutan tidak dilakukan dengan baik,” ujarnya.

Namun, di sisi lain, dia juga mengapresiasi aparat berwenang yang telah mengambil tindakan tegas. Dia mengharapkan penindakan tersebut dapat terus dilanjutkan. Pasalnya hal ini bukan terjadi pada periode ini saja. Menurutnya jauh sebelum pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah banyak oknum yang memanfaatkan hal tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan bersama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menjaring sebanyak 95 unit kendaraan yang digunakan sebagai travel gelap untuk membawa penumpang yang ingin mudik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan travel gelap tersebut hendak membawa penumpang yang ingin mudik ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur tanpa izin. Sebanyak 719 orang yang ingin mudik berhasil digagalkan.

"Kemarin [21/5/2020], polisi mengamankan sejumlah 95 unit kendaraan bermotor yang terdiri dari 2 unit bus, 40 unit minibus, dan 53 unit mobil pribadi dugunakan untuk travel gelap," kata Budi dalam siaran pers, Jumat (22/5/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub organda
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top