Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menuju New Normal PPDPP Lanjutkan Beri Layanan Dari Rumah

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin menyampaikan PPDPP nantinya akan menerapkan pola kerja semi-WFH, yaitu dengan hadir bekerja di kantor secara bergiliran sesuai dengan kebutuhan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  16:25 WIB
Foto udara perumahan di kawasan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Bisnis - Rachman
Foto udara perumahan di kawasan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Menuju berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan menjalani gaya hidup baru di tengah pandemi atau new normal, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) bakal lanjut menerapkan aturan bekerja dari rumah (work from home/WFH).

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin menyampaikan PPDPP nantinya akan menerapkan pola kerja semi-WFH, yaitu dengan hadir bekerja di kantor secara bergiliran sesuai dengan kebutuhan.

“Sejauh ini PPDPP sedang merancang dan menyiapkan konsep pola kerjanya, nantinya pegawai yang hadir tiap hari di kantor selama new normal hanya sekitar 50 persen dari jumlah keseluruhan, selebihnya tetap bekerja dari rumah,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2020).

Pola kerja WFH yang diterapkan PPDPP selama kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dinilai efektif dilakukan dan lebih efisien, karena cukup menghemat biaya operasional. Selain itu Arief juga menilai produktifitas kerja PPDPP selama WFH juga lebih baik.

“Selama WFH berlangsung, PPDPP terbukti tidak hanya dapat mempertahankan produktifitas kerjanya, malah justru lebih meningkat. Bisa jadi ke depannya PPDPP tidak terlalu membutuhkan operasionalisasi yang besar” jelas Arief.

Meskipun penyaluran FLPP terus berjalan selama pandemi Covid-19 berlangsung, Arief tidak menampik bahwa saat ini minat masyarakat dalam mencari rumah sedang menurun. Tercatat, selama masa pandemi pengunjung aplikasi SiKasep per harinya tidak sampai 1.000 user.

“Hal ini kemungkinan karena kondisi perekonomian masyarakat, terutama MBR [masyarakat berpenghasilan rendah] yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Guna mendukung rencana pemerintah terhadap restrukturisasi kredit pembiayaan perumahan bersubsidi terdampak Covid-19, Arief juga mengatakan bahwa PPDPP telah berkoordinasi dengan bank pelaksana mitra kerjanya untuk mendata MBR KPR Sejahtera FLPP terdampak Covid-19 dan melaporkannya kepada PPDPP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan Work From Home New Normal
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top