Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dicopot Jadi Dirut, ini Rapor Gigih Prakoso di PGN

Gigih menakhodai perusahaan berkode saham PGAS tersebut sejak 10 September 2018, cukup banyak torehan yang dicatat pria kelahiran Sumenep ini sebagai Dirut PGN.
Suasana RUPS PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Jumat (15/5/2020). Tampak Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar (tengah), Gigih Prakoso (kedua dari kanan) dan Suko Hartono (kiri). Istimewa/PGN
Suasana RUPS PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Jumat (15/5/2020). Tampak Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar (tengah), Gigih Prakoso (kedua dari kanan) dan Suko Hartono (kiri). Istimewa/PGN

Bisnis.com, JAKARTA - Gigih Prakoso telah resmi diberhentikan dengan hormat dari posisinya sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. pada RUPS yang digelar hari ini.

Gigih menakhodai perusahaan berkode saham PGAS tersebut sejak 10 September 2018, cukup banyak torehan yang dicatat Gigih sebagai Dirut PGN.

Sepanjang tahun lalu, PGN  mencatatkan peningkatan kinerja operasional yang pada saat ini memiliki sejumlah lini bisnis seperti pipanisasi Gas, CNG, dan LNG.

Secara konsolidasi kinerja operasional, pada sisi hulu PGN menorehkan catatan lifting minyak dan gas bumi sebesar 28.293 BOEPD, sedangkan pengelolaan bisnis hilir meliputi niaga gas sebesar 990 BBTUD, transmisi gas sebanyak 2.046 MMSCFD, dan bisnis hilir lainnya sebesar 228 BBTUD.

Adapun, realisasi volume transmisi dpengaruhi oleh penurunan volume Pertagas dan penghentian penyaluran gas oleh PCML melalui pipa Kalimantan Jawa Gas (KJG) pada September 2019.

Sementara itu, realisasi lifting yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya dipengaruhi oleh berakhirnya dua blok upstream yaitu SES dan Sanga-Sanga.

Di sisi lain, dari sisi kinerja keuangan, pendapatan mencapai PGN sepanjang 2019 tercatat senilai US$3,84 miliar, dengan EBITDA sebesar US$ 1,04 miliar. Secara konsolidasi, PGN mengantongi laba operasi sebesar US$546 Juta, dengan laba bersih senilai US$68 juta.

Pada tahun lalu, total aset yang dikelola PGN mencapai US$7,37 miliar.

Sektretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menjelaskan realisasi pendapatan pada 2019 tersebut disebabkan oleh pendapatan dari sisi upstream, karena berakhirnya dua blok pada akhir 2018 yaitu Blok Sanga-Sanga dan SES, serta harga ICP dan finance lease akbiat berhentinya pengaliran gas melalui pipa Kalimantan Jawa Gas (KJG).

Lebih lanjut, Rachmat mengungkapkan kinerja keuangan sepanjang 2019 tersebut ditopang oleh kinerja operasional yang tumbuh.

Sepanjang Januari-Desember 2019, PGN meningkatkan volume distribusi gas, dari 960 BBTUD, naik 3 persen menjadi 990 BBTUD pada 2019, sedangkan untuk transmisi gas, PGN menyalurkan volume sebesar 2.046 MMSCFD.

"Peningkatan operasi bisnis tersebut, didorong oleh ekspansi pelayanan yang dikerjakan oleh PGN," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2020).

Per Desember 2019, tercatat jumlah pelanggan distribusi gas mencapai 397.474, naik dari posisi 325.917 pada 2018, terlebih lagi adanya lompatan kenaikan jumlah pelanggan sejak 2014 yang hanya sebesar 96.049. Dengan demikian, PGN berhasil mengelola market share niaga gas bumi di Indonesia sebesar 92 persen.

Tahun lalu, PGN berhasil menambah panjang infrastruktur pipa dengan tola menjadi ±10.169 km, dengan pemambahan pipa sepanjang ±253 km. Adapun rinciannya, penambahan pipa distribusi ±75 km dan penambahan pipa transmisi sepanjang ±177 km.

"PGN telah merencanakan pengembangan infrastruktur gas yang pada 2020, ditarget mencapai 186 kilometer untuk distribusi yang terbagi atas 63 km di Pulau Jawa dan 123 km di Sumatra," ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper