Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina EP Pangkas Jumlah Pengeboran Sumur

Kondisi harga minyak dunia yang melamah, membuat beberapa sumur menjadi tidak lagi ekonomis.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  18:57 WIB
Petugas memeriksa pengoperasian Rig (alat pengebor) elektrik D-1500E di Daerah operasi pengeboran sumur JST-A2 Pertamina EP Asset 3, Desa kalentambo, Pusakanagara, Subang, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). -  ANTARA / M Ibnu Chazar
Petugas memeriksa pengoperasian Rig (alat pengebor) elektrik D-1500E di Daerah operasi pengeboran sumur JST-A2 Pertamina EP Asset 3, Desa kalentambo, Pusakanagara, Subang, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / M Ibnu Chazar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina EP memangkas kegiatan pengeboran sejumlah sumur minyak sebagai upaya efisiensi perseroan ditengah kondisi industri minyak dan gas bumi yang belum stabil.

Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan bahwa dengan kondisi harga minyak dunia yang melamah, beberapa sumur menjadi tidak lagi ekonomis.

Kendati demikian, Nanang mengatakan bahwa hasil produksi dari sejumlah sumur langsung terserap oleh seluruh kilang, sehingga perseroan tidak menemukan kendala high inventory atau penuhnya tangki.

"Pengeboran sumur eksplorasi dari 10 sumur menjadi dan 9 sumur dan pengeboran sumur pengembangan dari 99 sumur menjadi 79 sumur," katanya kepada Bisnis, Rabu (13/5/2020).

Pertamina EP juga memangkas penggunan rig sepanjang tahun ini.

Nanang mengatakan bahwa dari total 28 rig yang ada, Pertamina EP akan memangkas penggunaannya menjadi 22 rig pada kuartal III/2020 dan menjadi 15 pada kuartal IV/2020.

"Ada [pemangkasan], tapi tidak signifikan, seiring dengan penurunan program pengeboran, workover, dan well interventions," jelasnya.

Adapun, hingga kuartal I/2020, realisasi pengeboran Pertamina EP tercatat masih mencapai 100 persen. Untuk pengeboran sumur pengembangan yang dilakukan sendiri sebanyak 23 sumur dan saat ini juga terdapat 9 sumur yang sedang dikerjakan. 

Sementara itu, untuk pengeboran sumur pengembangan yang dilakukan mitra terdapat 4 sumur yang telah selesai dan 1 sumur yang sedang dikerjakan.  

Menurut Nanang, untuk pelaksanaan pengeboran masih sesuai rencana awal, namun secara paralel akan terus ditinjau dan evaluasi terkait ICP dan pandemi Covid-19.

“Sementara pengeboran sumur eksplorasi telah selesai 2 sumur dan ada 1 sumur yang saat ini juga sedang dikerjakan,” katanya. 

Dari sisi operasional, kinerja produksi minyak dan gas Pertamina EP sepanjang Januari-Maret 2020 sebesar 247.000 barel setara minyak per hari (BOEPD). Produksi minyak tercatat 81.351 BOPD dan produksi gas sebesar 957 MMSCFD. 

Kontributor utama produksi minyak PEP berasal dari PEP Asset 5 yang mencapai 18.700 BOPD atau 23% dari total produksi. Sementara itu, PEP Asset 2 dengan produksi sebesar 17.300 BOPD atau 21% dari total produksi minyak PEP. 

Untuk gas, PEP Asset 2 tercatat sebagai kontributor terbesar dengan produksi 371,6 MMSCFD atau 39% dari total produksi. Sedangkan PEP Asset 3 dengan produksi sebesar 268,7 MMSCFD atau 28% dari total produksi gas PEP. 

Menurut Nanang, seiring penurunan harga minyak yang signifikan, PEP telah membuat prioritas program kerja agar lebih efisien dan optimal. Untuk itu, PEP memanfaatkan aset yang ada dan berupaya melakukan substitusi. 

“Kami juga melakukan pembicaraan ulang untuk kontrak jangka panjang dan kontrak yang belum dimulai agar memperoleh nilai penghematan,” kata Nanang.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina ep sumur minyak Harga Minyak
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top