Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal I/2020, Pertamina EP Kantongi Laba US$169 Juta

Raihan tersebut meningkat tipis sekitar 1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai US$167 juta.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 April 2020  |  14:18 WIB
Petugas memeriksa pengoperasian Rig (alat pengebor) elektrik D-1500E di Daerah operasi pengeboran sumur JST-A2 Pertamina EP Asset 3, Desa kalentambo, Pusakanagara, Subang, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). -  ANTARA / M Ibnu Chazar
Petugas memeriksa pengoperasian Rig (alat pengebor) elektrik D-1500E di Daerah operasi pengeboran sumur JST-A2 Pertamina EP Asset 3, Desa kalentambo, Pusakanagara, Subang, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / M Ibnu Chazar

Bisnis.com, JAKARTA – Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, PT Pertamina EP telah mengantongi laba senilai US$169 juta.

Raihan tersebut meningkat tipis sekitar 1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai US$167 juta.

Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan bahwa torehan laba tersebut ditopang oleh pendapatan senilai US$640 juta, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu US$693 juta.

Terkoreksinya pendapatan tahun ini, kata Nanang, disebabkan oleh turunnya rata-rata harga minyak dan gas pada kuartal I/2020.

Harga minyak tercatat anjlok dibandingkan dengan rata-rata harga minyak periode yang sama 2019 yang masih di atas kisaran US$60 per barel.

"Rata-rata harga minyak pada kuartal I tahun ini sebesar US$50,66 per barel dan gas sebesar US$6,01 per MMBTU,” katanya dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2020).

Dengan merosotnya harga minyak dunia, Pertamina EP menyiapkan sejumlah skenarko agar profit tetap terjaga tahun ini. Nanang mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan skenario terkait dengan fluktuasi ICP cenderung rendah.

Dengan kondisi itu, pihaknya menyiapkan skenario untuk merevisi penurunan capital expenditure (capex) sebesar 30 persen, operating expenditure (opex) sebesar 20 persen.

“Masih kami review, karena sekali lagi, sangat tergantung dinamika harga minyak,” ungkapnya.

Selain itu, Nanang menambahkan, pada saat ini pihaknya harus menemui masalah lainnya, yakni sejumlah curtailment dari sejumlah pelanggan.

Menurutnya, hingga saat ini beberapa konsumen gas Pertamina EP sudah ada yang meminta untuk menurunkan pasokannya,

“[Penurunan] variasi ada yang 10 persen sampai dengan 30 persen,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina ep
Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top