Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Stimulus Tambahan yang Diharapkan Pengembang Rumah Subsidi

Dalam kondisi saat ini, pengembang rumah bersubsidi yang marginnya tipis tak bisa bertahan lama-lama.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 April 2020  |  12:34 WIB
Keluarga nelayan beraktivitas di kompleks perumahan nelayan, Tungkal Hilir, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Selasa (21/3). - Antara/Wahdi Septiawan
Keluarga nelayan beraktivitas di kompleks perumahan nelayan, Tungkal Hilir, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Selasa (21/3). - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, JAKARTA Pengembang properti, terutama pengembang rumah bersubsidi mengharapkan adanya stimulus tambahan yang ditujukan bagi pengusaha properti.

Sekjen DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Ari Tri Priyono mengapresiasi stimulus Rp1,5 triliun yang diberikan pemerintah dan menambah kuota rumah subsidi sebanyak 175.000 unit.

Namun, menurutnya, stimulus tersebut kurang optimal, lantaran kondisi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai penerima subsidi di tengah pandemi Covid-19 saat ini tidak memungkinkan untuk membeli hunian sehingga pemasukan pengembang terhenti.

Untuk pengembang, Ari menyebutkan bahwa ada beberapa stimulus yang bisa diberikan seperti pengurangan pajak, diskon membuka kredit konstruksi, penundaan kredit bank, restrukturisasi kredit para pengembang sampai pembebasan membeli kembali (buyback) dari konsumen.

“Kalau ada stimulus untuk pengusahanya juga, baru kami bisa hidup. Menurut saya, kalau beri stimulus di sisi konsumen, apalagi konsumen baru enggak akan ada pengaruhnya,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (29/4/2020).

Ari mengatakan bahwa dalam kondisi saat ini, pengembang rumah bersubsidi yang marginnya tipis tak bisa bertahan lama-lama.

Enggak usah tunggu nanti, sekarang saja sudah pada pingsan, apalagi [pengembang] yang kecil-kecil itu,” katanya.

Pasalnya, meskipun pengembang tetap membangun, banyak urusan yang tak bisa berjalan di tengah wabah corona.

“Kita enggak pada bisa jualan, bank tidak mau akad, giliran banknya mau, notarisnya tidak mau datang karena lagi Covid-19, belum BPN [Badan Pertanahan Nasional]-nya pada tutup atau WFH [work from home], jadi tidak semudah itu,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah bersubsidi Virus Corona
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top