Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Per Maret, Realiasi Produksi Migas Pertamina EP 247.000 BOEPD

Sepanjang periode tersebut, produksi minyak tercatat 81.351 barel per hari (bph), sementara produksi gas sebesar 957 mmscfd.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 April 2020  |  16:03 WIB
Nanang Abdul Manaf - antara
Nanang Abdul Manaf - antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pertamina EP merealisasikan produksi minyak dan gas bumi sepanjang Januari—Maret 2020 sebesar 247.000 barel setara minyak per hari (boepd).

Sepanjang periode tersebut, produksi minyak tercatat 81.351 barel per hari (bph), sementara produksi gas sebesar 957 mmscfd.

Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf menjelaskan, kontributor utama produksi minyak perseroan berasal dari PEP Asset 5 yang mencapai 18.700 BOPD atau 23 persen dari total produksi.

Selain itu, PEP Asset 2 dengan produksi sebesar 17.300 BOPD atau 21 persen dari total produksi minyak PEP. Untuk produksi gas perseroan dikontribusikan oleh PEP Asset 2 dengan produksi 371,6 mmscfd atau 39 persen dari total produksi. Di sisi lain, PEP Asset 3 menyumbang dengan produksi sebesar 268,7 mmscfd atau 28 persen dari total produksi gas PEP.

Menurut Nanang, seiring penurunan harga minyak yang signifikan, PEP telah membuat prioritas program kerja agar lebih efisien dan optimal. Untuk itu, PEP memanfaatkan aset yang ada dan berupaya melakukan substitusi.

“Kami juga melakukan pembicaraan ulang untuk kontrak jangka panjang dan kontrak yang belum dimulai agar memperoleh nilai penghematan,” kata Nanang dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2020).

Di samping itu, PEP melakukan survei pasar dan memaksimalkan informasi harga terkini sebagai referensi tambahan saat negosiasi guna mendapatkan harga terbaik

Dia menambahkan, program kerja yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan operasi dan produksi migas juga akan ditunda.

PEP juga mengupayakan secara maksimal penggunaan mata uang rupiah dalam bertransaksi. “Kami juga menyiapkan rencana-rencana skenario mengenai business continuity dalam mencapai target rencana kerja 2020,” jelasnya.

Untuk aktivitas pengeboran, Nanang mengungkapkan untuk pelaksanaannya masih sesuai rencana awal, tetapi secara paralel akan terus ditinjau dan evaluasi terkait dengan ICP dan pandemi Covid-19.

Hingga kuartal I/2020, realisasi pengeboran tercatat masih 100 persen. Untuk pengeboran sumur pengembangan yang dilakukan sendiri sebanyak 23 sumur dan saat ini juga terdapat 9 sumur yang sedang dikerjakan.

Untuk pengeboran sumur pengembangan yang dilakukan mitra terdapat 4 sumur yang telah selesai dan 1 sumur yang sedang dikerjakan. “Sedangkan pengeboran sumur eksplorasi telah selesai 2 sumur dan ada 1 sumur yang saat ini juga sedang dikerjakan,” jelasnya.

Tahun ini, berdasarkan target APBN 2020, Pertamina EP menargetkan lifting minyak 90.000 bph, dan target RKAP sebesar 85.000 bph. Untuk lifting gas bumi, dari sisi target APBN tercatat 787 mmscfd dan target RKAP sebesar 704 mmscfd.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas pertamina ep lifting minyak
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top