Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Italia Bertahap Akhiri Penguncian : Bus Perusahaan Jadi Sarana Transportasi

Pihak berwenang, perusahaan, dan serikat pekerja Italia sedang bergulat dengan aspek penting untuk membuat orang kembali bekerja secara bertahap ketika penguncian nasional diakhir bertahap mulai 4 Mei : transportasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 April 2020  |  20:10 WIB
Persimpangan jalan raya dekat Bandara Fontanarossa Catania tampak dari helikopter Guardia di Finanza, 28 Maret 2020. / REUTERS
Persimpangan jalan raya dekat Bandara Fontanarossa Catania tampak dari helikopter Guardia di Finanza, 28 Maret 2020. / REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Pihak berwenang, perusahaan, dan serikat pekerja Italia sedang bergulat dengan aspek penting untuk membuat orang kembali bekerja secara bertahap ketika penguncian nasional diakhir bertahap mulai 4 Mei : transportasi.

Sekitar 2,7 juta orang diperkirakan akan kembali bekerja pada hari itu. Mereka didorong menggunakan mobil, skuter, atau sepeda mereka sendiri, menurut seorang pejabat serikat yang ikut serta dalam pertemuan dengan pemerintah pada Rabu (22/4/2020) malam.

Akan tetapi 15% dari pekerja kemungkinan menggunakan transportasi umum, sumber itu mengutip Vittorio Colao, mantan bos Vodafone yang sekarang memimpin sekelompok ahli yang memberi nasihat kepada pemerintah tentang cara melonggarkan pembatasan, seperti yang dikatakan dalam pertemuan itu.

Colao tidak segera bisa dihubungi untuk diminta komentar.

Ketakutan bahwa mereka yang kembali bekerja berisiko jatuh sakit atau menginfeksi orang lain adalah keprihatinan utama di negara yang telah berjuang menahan wabah penyakit terburuk di Eropa dan memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Untuk menghindarinya, pihak berwenang cenderung mendesak agar warga menaati aturan jarak sosial dalam perjalanan ke tempat kerja dan di tempat kerja.

Mengingat Italia adalah ekonomi besar Barat pertama yang muncul dari penutupan selama 2 bulan, negara-negara lain yang masih hibernasi akan mengawasi dengan cermat untuk melihat apa yang terjadi.

"Kami tidak bisa hanya membatasi diri untuk menuntut agar masing-masing perusahaan menghormati protokol keselamatan di tempat kerja," kata Perdana Menteri Giuseppe Conte pekan ini.

"Kami juga perlu menilai jumlah pekerja yang terlibat dalam pembukaan kembali bisnis, berapa banyak menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi, pada jam berapa, seberapa padat," katanya.

GALANGAN KAPAL

Perusahaan yang telah diizinkan untuk membuka kembali sebagian pabrik dapat menawarkan petunjuk tentang seperti apa bentuk normal yang baru itu.

Pembuat kapal yang dikontrol negara, Fincantieri, yang memulai kembali delapan galangannya pekan ini, telah mencapai kesepakatan dengan berbagai otoritas regional dan lokal untuk menggunakan bus khusus bagi pekerja yang tidak memakai mobil pribadi.

Para karyawan di lokasi Riva Trigoso, dekat kota Sestri Levante di wilayah Liguria, sedang diangkut langsung ke gerbang galangan kapal dari stasiun kereta api tanpa pemberhentian sementara, kata Wali Kota Sestri Levante Valentina Ghio.

Bus membawa maksimum 30 orang atau sepertiga dari jumlah biasanya. Jalur yang mengarah dari tempat parkir ke pintu masuk situs telah ditutup sehingga pekerja tidak bergaul dengan penduduk setempat, Ghio - yang membantu menegosiasikan kesepakatan dengan otoritas transportasi lokal dan Fincantieri kepada Reuters.

Fincantieri pada gilirannya menggerakkan pekerja selama empat shift, bertambah satu dari biasanya, mulai pukul 6 pagi, kata serikat pekerja.

Kawasan ini mempekerjakan 1.000 orang tetapi hanya seperlima yang telah kembali bekerja sejauh ini. Seorang juru bicara Fincantieri mengatakan bus serupa akan mengangkut pekerja ke galangan kapal di Marghera, dekat Venesia.

Bus akan sering disanitasi, sementara pekerja harus mengenakan masker wajah dan suhu mereka diuji sebelum memulai giliran kerja mereka.

Di Tuscany, merek mewah Gucci pekan ini memulai kembali kegiatannya di situs ArtLab dekat Florence, tempat tas dan sepatu dirancang, setelah menyediakan mobil perusahaan ke sejumlah kecil pekerja yang tidak memiliki milik mereka sendiri.

Di Fiat Chrysler, pabrik di wilayah Abruzzo dan Basilicata, di mana bus khusus secara rutin digunakan oleh pekerja, serikat pekerja telah meminta pemerintah setempat untuk meningkatkan frekuensi dalam persiapan pembukaan kembali parsial.

Seseorang yang dekat dengan gugus tugas Colao mengatakan pihaknya sedang mendiskusikan langkah-langkah untuk menghindari lalu lintas jam sibuk. Ini termasuk memperpanjang jam buka toko menjadi 7 hari sepekan, menggerakkan shift perusahaan, dan mengangkat biaya kemacetan di pusat kota besar.

Di ibu kota keuangan Milan, di Lombardy - wilayah Italia yang paling terpukul oleh virus dan salah satu yang paling tercemar di Eropa - ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kebijakan anti-kabut asap bertahun-tahun dapat dibalik.

Dewan kota Milan pekan ini ini meluncurkan rencana yang mencakup pelebaran trotoar, memperluas jalur bersepeda sejauh 35 km (22 mil) dan mendorong penggunaan skuter listrik “untuk menghindari 1 juta mobil lagi di jalanan”.

Dalam waktu normal, jaringan kereta bawah tanah membawa 1,4 juta orang per hari, tetapi kapasitasnya akan berkurang 25-30% untuk memastikan orang tetap berjarak 1 meter satu sama lain. Pintu putar masuk akan digunakan untuk membatasi akses, kata Marco Granelli, penasihat kota yang bertanggung jawab atas mobilitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Italia bus Lockdown

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top