Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Realokasi Anggaran Proyek PUPR Terbesar Berasal dari Sektor SDA

Realokasi anggaran sebesar Rp24,53 triliun tersebut bersumber dari lima hal.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 08 April 2020  |  09:12 WIB
Suasana di Bendungan Rajui, Aceh, Sabtu (22/2 - 2020). Bendungan ini berkapasitas 2,67 juta meter kubik untuk mengairi areal persawahan seluas 1.000 hektare yang berlokasi di Kabupaten Pidie yang telah diselesaikan pembangunannya pada 2016. Kementerian PUPR menargetkan delapan bendungan yang menjadi Program Strategis Nasional (PSN) dapat rampung pada 2020. Bisnis/Agne Yasa.
Suasana di Bendungan Rajui, Aceh, Sabtu (22/2 - 2020). Bendungan ini berkapasitas 2,67 juta meter kubik untuk mengairi areal persawahan seluas 1.000 hektare yang berlokasi di Kabupaten Pidie yang telah diselesaikan pembangunannya pada 2016. Kementerian PUPR menargetkan delapan bendungan yang menjadi Program Strategis Nasional (PSN) dapat rampung pada 2020. Bisnis/Agne Yasa.

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan realokasi anggaran Rp24,53 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa realokasi anggaran sebesar Rp24,53 triliun tersebut bersumber dari lima hal.

Pertama, penghematan alokasi perjalanan dinas dan paket rapat (meeting) sebesar 50 persen dari sisa anggaran yang belum terserap pada Tahun Anggaran 2020.

Kedua, pembatalan paket-paket kontraktual yang belum lelang, misalnya, bendungan.

Ketiga, rekomposisi alokasi anggaran 2020 pada paket kegiatan tahun jamak.

Keempat, mengubah paket-paket tahun tunggal menjadi paket-paket tahun jamak , termasuk paket-paket kontraktual di bawah Rp100 miliar.

Kelima, optimaliasi kegiatan nonfisik yang bisa ditunda atau dihemat.

Ketika dikonfirmasi terkait dengan anggaran proyek-proyek di sektor mana saja yang terkena realokasi, Basuki mengatakan bahwa hampir semua direktorat jenderal melakukan realokasi.

"Kalau yang proyek-proyek yang kena realokasi termasuk direktorat jenderal kena semua realokasi, kecuali yang prioritas, tetapi pada dasarnya pelatihan-pelatihan ditunda," ujarnya dalam konferensi video dengan media pada Selasa (7/4/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian PUPR Trisasongko Widianto mengatakan bahwa dari realokasi dana Rp24,53 triliun tersebut berasal dari berbagai sektor di ditjen PUPR.

Perinciannya, dari Ditjen Bina Marga realokasi Rp8,80 triliun, Ditjen Cipta Karya Rp4,30 triliun, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Rp9,50 triliun, dan Ditjen Perumahan Rp1,70 triliun.

"Ini penyumbang terbesar yaitu ada empat, Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Sumber Daya Air, dan DItjen Perumahan," ujarnya.

Kemudian, imbuhnya, untuk sekjen, inspektorat jenderal, Ditjen Bina Konstruksi, BPSDM, dan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur serta lainnya realokasi berasal dari pekerjaan dinas dan paket-paket rapat.

Adapun, terkait dengan realokasi dari Ditjen Perumahan sebesar Rp1,70 triliun, untuk program rumah khusus Rp160 miliar, dan rumah susun Rp757 miliar.

Realokasi anggaran kementerian atau lembaga ini sesuai dengan Instruksi Presiden No. 4/2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

realokasi anggaran
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top