Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada PSBB, Aktivitas Ekspor-Impor di Tanjung Priok Normal

Rina menyebut aktivitas ekspor sebanyak 3.200 ton hasil perikanan udang dan ikan beku serta olahannya senilai Rp194,6 miliar masih berlangsung.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 April 2020  |  17:18 WIB
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC memastikan aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Priok terus berjalan, kendati pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mempercepat penanganan wabah virus corona (Covid-19).

Direktur Komersial IPC Rima Novianti menyampaikan masih memberlakukan prosedur kesiapsiagaan dan pencegahan Covid-19 dengan antisipasi tinggi untuk melindungi semua petugas lapangan. Selain itu, terkait dengan kebijakan PSBB, IPC masih mencermati arahan dan pengaturan lebih lanjut dari pemerintah.

“Sejauh ini belum ada prosedur khusus terkait PSBB di terminal peti kemas. Kami tentu siap menyesuaikan jika pemberlakuan PSBB ini berdampak terhadap operasional dan aktivitas logistik di pelabuhan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (1/4/2020).

Bahkan, Rina menyebut aktivitas ekspor sebanyak 3.200 ton hasil perikanan udang dan ikan beku serta olahannya senilai Rp194,6 miliar masih berlangsung.

Hasil perikanan itu, kata dia, akan diangkut dengan menggunakan KM OOCL Guangzhou ke 13 negara tujuan yakni Perancis, Jerman, Italy, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Mauritus, Reunion, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, dan Lithuania.

"Sekali lagi kami pastikan bahwa layanan ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan, di tengah pembatasan aktivitas masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, GM TPK Koja Hudadi menjelaskan sejauh ini interaksi antar-manusia di terminal peti kemas semakin jauh berkurang. Saat ini, tenaga manusia yang bertugas di dermaga sudah bisa dihitung dengan jari karena telah memanfaatkan teknologi digital.

"Pekerja yang ada di lapangan adalah operator crane dan petugas tally, yang mengatur lalu lintas peti kemas dari kapal ke lapangan penumpukan kontainer. Pergerakan peti kemas itu sendiri dioperasikan dengan menggunakan alat-alat berat modern, yang dikontrol secara digital," kata Hudadi.

Dia menuturkan untuk memastikan keamanan dan keselamatan petugas operator di lapangan, sejak Februari 2020, IPC sudah menerapkan prosedur tambahan, seperti kewajiban pemakaian alat pelindung diri (APD) yang aman dan steril. Secara berkala, petugas juga melakukan sterilisasi di sekitar dermaga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo ii
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top