Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Berita Populer Ekonomi, Ini Harapan Ojek Online ke Pemerintah dan Dilema Produsen Masker Hadapi Corona

Kabar pendapatan turun, ini harapan ojek online ke pemerintah jadi berita terpopuler kanal Ekonomi, Selasa (24/3/2020).
Laras Devi Rachmawati
Laras Devi Rachmawati - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  16:54 WIB
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di Jakarta. - Reuters/Beawiharta
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di Jakarta. - Reuters/Beawiharta

1. Pendapatan Turun, Ini Harapan Ojek Online ke Pemerintah

Asosiasi Driver Online mencatat terjadinya penurunan pendapatan yang signifikan hingga mencapai 80 persen selama kebijakan bekerja dari rumah atau work from home diberlakukan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Driver Online (ADO) Wiwit Sudarsono menyebutkan dalam kondisi normal rata-rata pengemudi bisa mendapatkan pesanan sekitar 10 -17 kali dengan jumlah pendapatan sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000 per hari.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Jokowi: Driver Online Dapat Kelonggaran Cicilan Motor dan Mobil Setahun

Presiden Joko Widodo meminta ojek dan supir taksi online tidak khawatir atas perlambatan aktivitas masyarakat di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Disebutkan bahwa otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah sepakat untuk merelaksasi cicilan motor dan mobil para supir online selama satu tahun.

Baca berita selengkapnya di sini.

3. Sejumlah Mal di Jakarta Lakukan Penyesuaian Operasional? CEK FAKTANYA

Demi mendukung langkah pemerintah dalam mengurangi potensi penyebaran virus corona, sejumlah pengelola mal di DKI Jakarta memutuskan untuk melakukan penyesuaian operasionalnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, Senin (23/3/2020) sejumlah mal dan pusat perbelanjaan yang melakukan penyesuaian operasionalnya adalah Plaza Indonesia, Lippo Mal Puri, Senayan City, dan Central Park.

Baca berita selengkapnya di sini.

4. Kemampuan Ekonomi Indonesia untuk Bangkit Pasca Covid-19 Diragukan

Kemampuan ekonomi Indonesia untuk pulih kembali pasca wabah Covid-19 diragukan jika penanganannya lamban.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 bakal tertekan di angka 4,2-4,6% (yoy). Meski demikian, BI optimis laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali normal di 5,2-5,6% (yoy) pada 2021.

Baca berita selengkapnya di sini.

5. Dilema Produsen Masker Hadapi Pandemi Corona

Ketersediaan masker di dalam negeri mulai terbatas, padahal wabah virus corona tak menunjukkan tanda-tanda mereda. Di sisi lain, pengadaannya terhambat oleh naiknya harga bahan baku yang mesti diimpor.

Sumber Bisnis dari kalangan importir bahan baku masker mengungkapkan saat ini, harga bahan baku Alat Pelindung Diri (APD) di China, yang merupakan negara penyuplai terbesar, melambung drastis hingga 10-20 kali lipat harga normal.

Baca berita selengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Berita Terpopuler
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top