Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertamina: Pengeboran di Blok Rokan Tetap 2021

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengungkapkan bahwa pihaknya belum mendapatkan info secara langsung mengenai komitmen investasi yang akan dilakukan Chevron untuk Blok Rokan tahun ini.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  15:22 WIB
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. Istimewa - SKK Migas
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) tetap fokus mempersiapkan pengeboran untuk tahun 2021 atau setelah alih kelola blok Rokan kendati PT Chevron Pasific Indonesia menyetakan akan mengebor 100 sumur di wilayah kerja tahun ini.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengungkapkan bahwa pihaknya belum mendapatkan info secara langsung mengenai komitmen investasi yang akan dilakukan Chevron untuk Blok Rokan tahun ini.

Namun, dia mengatakan pihaknya selalu mendukung program-program transisi yang sedang dijalankan oleh kedua belah pihak.

“Ya kami fokus untuk tahun depan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (24/3/2020).

Dari informasi yang dihimpun Bisnis, sebenarnya proses transisi ditataran teknis sudah berjalan baik. Pertukaran informasi sumur sudah berjalan. Setidaknya lebih dari 70 sumur yang seharusnya dibahas untuk memuluskan Pertamina menduduki Rokan pada Agustus 2021.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu menjelaskan Pertamina terus menyiapkan diri untuk opsi lainnya jikalau pengeboran tersebut baru bisa dilakukan pada 2021.

“Kita masih membicarakannya dan tentunya saya tidak bisa mendahulukan pemerintah, Tentunya pemerintah juga berupaya supaya bisa dilakukan pengeboran, tp yang terpenting adalah memastikan pada saat alih kelola tim pengeboran sudah siap terjun ke lapangan. Jadi tidak ada delay,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada saat ini Pertamina memastikan mimiliki kesiapan untuk melakukan pengeboran tahun dengan menyiapkan pengadaan untuk peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk pengeboran.

“Umumnya itu membutuhkan waktu satu tahun, harusnya waktunya cukup, sekarang sudah dimulai, at least dedicated tim sudah ada, kemudian penguatan organisasi sedang dilakukan terus,” jelasnya.

Terkait opsi beli saham Rokan ataupun skema Pertamina masuk lebih dulu di Rokan sebelum tahun depan sebenarnya sudah dibicarakan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, rapat Dewan Komisaris Pertamina menolak usulan investasi untuk opsi tersebut.

Bisnis pun mencoba mengonfirmasikan ke Komisaris Utama Pertamina. Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama enggan menjelaskan lebih dalam mengenai keputusan pembelian saham ataupun early handover Chevron di Blok

“Sudah jelas keputusan rapat BOD dan BOC. Biar direksi saja yang menjawab,” katanya.

Dalam perkembangan yang terbaru, PT Chevron Pasific Indonesia akan mulai mengebor setidaknya 100 sumur yang ada di Blok Rokan. Rencanya, pengeboran tersebut akan dimulai pada November 2020.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengungkapkan bahwa target pengeboran paling cepat dimulai pada November 2020 karena masih harus menunggu pengadaan rig dan peralatan long lead.

Dia menjelaskan, setidaknya Chevron akan menggunakan 5 hingga 10 unit rigs untuk target pengeboran yang hingga Agustus 2021 tersebut.

“Paling tidak bisa membor kurang lebih 100 sumur dengan skema cost recovery normal seperti sekarang. Pada saat Pertamina masuk tinggal melanjutkan pemborannya,” katanya kepada Bisnis, Senin (23/3/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina chevron Blok Rokan
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top