Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek JTB Terhambat, Pertamina EP Cepu Tetap Optimistis Tepat Waktu

Jamsaton Nababan, Direktur Utama Pertamina EP Cepu menegaskan bahwa hingga saat ini pengerjaan proyek tersebut masih berjalan sesuai dengan target meskipun hanya tertinggal 0,4 persen dari target semula.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  16:56 WIB
Tajak sumur Lapangan Jambaran Tiung Biru, Blok Cepu. - Istimewa / Pertamina
Tajak sumur Lapangan Jambaran Tiung Biru, Blok Cepu. - Istimewa / Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina Cepu pastikan proyek Jambaran Tiung Biru di Bojonegoro, Jawa Timur dapat rampung tepat waktu.

Jamsaton Nababan, Direktur Utama Pertamina EP Cepu menegaskan bahwa hingga saat ini pengerjaan proyek tersebut masih berjalan sesuai dengan target meskipun hanya tertinggal 0,4 persen dari target semula.

Hingga saat ini, kata Jamsaton, progres keseluruhan proyek JTB telah menyentuh angka psikologis sebesar 56 persen. Dia memastikan proyek tersebut dapat segera onstream pada Juli 2021 sesuai dengan target.

“Melihat progres yang dicapai dan sisa waktu, kami yakin target proyek JTB untuk onstream bisa tercapai,” katanya dalam video conference, Kamis (19/3/2020).

Dia mengungkapkan bahwa, keterlambatan 0,4 persen tersebut ditenggarai faktor cuaca yang sempat menjadi kendala dalam pengerjaan proyek.

Namun, sejumlah strategi telah disiapkan oleh Pertamina Cepu dan PT Rekayasa Industri untuk mengakselerasi proyek tersebut.

Jamsaton mengungkapkan, pihaknya telah mendatangkan mesin las otomatis yang bisa digunakan di dalam ruangan, sehingga proyek tersebut bisa diterus dilakukan.

Selain itu, pihaknya telah mengerahkan sejumlah pekerja untuk bekerja pada shift malam. Adapun pada 2 bulan ke depan, sekitar 500-1000 pekerja akan ditambah.

Pihaknya juga akan menggunakan sejumlah pompa air untuk menyedot air hujan agar tidak menyebabkan banjir di lokasi proyek.

“Penambahan [pekerja] tadi sesuai dengan schedule plan awal, jadi bukan karena minus 0,4, itu normal dalam kategori proyek, memang plannya akan nambah kita,” ungkapnya.

Sementara itu, di tengah merebaknya wabah corona, Jamsaton memastikan tidak akan mempengaruhi sejumlah material dan peralatan yang dibutuhkan untuk pengerjaan proyek tersebut.

Menurutnya, sebagian besar pesanan perseroan telah dilakukan sebelum merebaknya virus tersebut.

“Di beberapa negara lain yang ada isu corona juga, kami sudah mengambil langkah, bahwa inspektor kami menggunakan inspektor yang worldwide, jadi inspektor yang dekat, jadi secara umum tidak ada isu lagi mengawasi di negara-negara tersebut,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina blok cepu
Editor : David Eka Issetiabudi
0 Komentar

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top