Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Sektor Logistik Nasional Bakal Terkoreksi

Pada 2020 pertumbuhan tersebut dapat terkoreksi lantaran dampak meluasnya dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia cukup tinggi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 15 Maret 2020  |  14:57 WIB
Kendaraan logistik keluar dari Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone
Kendaraan logistik keluar dari Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Proyeksi pertumbuhan domestik bruto (PDB) untuk sektor logistik pada 2020 dikoreksi karena wabah virus corona (Covid-19) yang berdampak signifikan terhadap Indonesia.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menuturkan berdasarkan data ekonomi Indonesia selama tiga tahun terakhir diproyeksikan sektor logistik Indonesia tumbuh sebesar 12,73 persen pada 2020 dengan kontribusi terhadap PDB senilai Rp993,9 triliun. Selain itu, sub sektor transportasi diprediksi akan tumbuh 8,20 persen dan subsektor pergudangan tumbuh sebesar 11,27 persen.

Namun, katanya, pada 2020 pertumbuhan tersebut dapat terkoreksi lantaran dampak meluasnya dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia cukup tinggi.

"Kemungkinan tersebut dengan mempertimbangkan porsi sebesar 27 persen impor non migas dari China dan 16,7 persen untuk ekspor ke arah sebaliknya," jelasnya melalui keterangan resmi, Minggu (15/3/2020).

Setijadi menjelaskan secara umum ekspor Indonesia per Januari 2020 turun 3,75 persen dan impor turun 4,78 persen. Analisis SCI menunjukkan subsektor transportasi Indonesia pada 2019 didominasi angkutan darat (jalan) dengan kontribusi Rp390,8 triliun (53,64 persen), diikuti angkutan udara Rp257,7 triliun (35,37 persen).

Dia melanjutkan angkutan-angkutan lainnya memberikan kontribusi rendah, yaitu angkutan laut Rp50,6 triliun (6,94 persen); angkutan sungai, danau, dan penyeberangan Rp17,4 triliun (2,39 persen), dan angkutan rel Rp12,1 triliun (1,66 persen).

Menurutnya, angkutan darat berkontribusi tertinggi, tetapi tingkat pertumbuhan tertinggi pada 2019 adalah pada angkutan rel sebesar 15,57 persen dan angkutan laut sebesar 12,12 persen. Angkutan darat (jalan) tumbuh sebesar 10,36 persen, angkutan sungai, danau, dan penyeberangan sebesar 6,64 persen serta angkutan udara sebesar 6,96 persen.

Secara spesifik, analisis SCI juga menunjukkan sub sektor pergudangan pada 2019 tumbuh sebesar 16,69 persen menjadi Rp153,1 triliun dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya yang hanya 9,61 persen dengan kontribusi sebesar Rp131,2 triliun.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2020 melaporkan kontribusi kelompok lapangan usaha transportasi dan pergudangan (sektor logistik) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2019 senilai Rp 881,7 triliun atau 5,57 persen dari PDB yang bernilai Rp 15.833,9 triliun.

BPS mengelompokkan sektor logistik mencakup subsektor transportasi per moda, yatu rel, darat, laut, udara, serta sungai, danau, dan penyeberangan. Sektor logistik juga mencakup pergudangan (pergudangan dan jasa penunjang angkutan, serta pos dan kurir).

Setijadi juga menyebut sektor logistik Indonesia pada 2019 senilai  Rp881,66 triliun yang berarti mengalami kenaikan 10,51 persen dibandingkan dengan pada 2018. Besarnya tingkat pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya sebesar 8,52 persen.

Pada 2019, rincinya, sub sektor transportasi berkontribusi sebesar Rp728,55 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 9,29 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik Virus Corona
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top