Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Restitusi PPN Bagi Eksportir Tidak Dibatasi Hingga 6 Bulan

Bagi eksportir, jumlah PPN yang bisa direstitusi tidak dibatasi dan tidak perlu melewati proses audit, sedangkan untuk non eksportir nilai restitusi PPN dibatasi hingga Rp5 miliar.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 13 Maret 2020  |  15:31 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri), Ketua OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kanan) memberikan keterangan terkait Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri), Ketua OJK Wimboh Santoso (kedua kanan), dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (kanan) memberikan keterangan terkait Stimulus Kedua Penanganan Dampak Covid-19 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA–Pemerintah akan memberikan relaksasi dalam restitusi PPN bagi 19 sektor manufaktur, WP KITE, dan WP KITE IKM selama 6 bulan.

Bagi eksportir, jumlah PPN yang bisa direstitusi tidak dibatasi dan tidak perlu melewati proses audit, sedangkan untuk non eksportir nilai restitusi PPN dibatasi hingga Rp5 miliar. 

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, restitusi dipercepat hanya diberlakukan pada WP tertentu dengan batas restitusi maksimal Rp1 miliar dan kepada WP eksportir yang memenuhi syarat formal tanpa batas maksimal restitusi.

Secara total, restitusi yang akan digelontorkan kepada WP diestimasikan bisa mencapai Rp1,97 triliun.

Estimasi besaran restitusi sebesar Rp1,97 triliun, berasal dari sektor industri usulan pelaku usaha sebesar Rp2,1 triliun ditambah Rp465 miliar dari kategori KITE dan KITE-IKM, dikurangi Rp600 miliar dari sektor yang beririsan.

"Nanti mereka bisa restitusi tanpa audit. Restitusi PPN ini terutama untuk eksportir akan dipercepat dimulai April hingga September 2020," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Jumat (13/3/2020).

Untuk diketahui, 19 sektor industri manufaktur yang mendapatkan fasilitas restitusi PPN antara lain:

1. Industri bahan kimia dan barang kimia
2. Industri alat angkutan lainnya
3. Industri makanan
4. Industri logam dasar
5. Industri kertas dan barang dari kertas
6. Industri minuman
7. Industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional
8. Industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer
9. Industri karet, barang dari karet, dan plastik
10. Industri barang galian bukan logam
11. Industri pakaian jadi
12. Industri peralatan listrik
13. Industri tekstil
14. Industri mesin dan perlengkapan YTDL
15. Industri barang logam, bukan mesin, dan peralatannya
16. Industri percetakan dan reproduksi media rekaman
17. Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki
18. Industri furnitur
19. Industri komputer, barang elektronik, dan optik

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani pph stimulus
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top