Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Revisi UU Lalu Lintas, Roda Dua Bukan Transportasi Umum

Aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama kendaraan roda dua tidak bisa dimasukkan menjadi transportasi umum.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  07:22 WIB
Warga mengorder ojek online di Jakarta. Bisnis - Abdurahman
Warga mengorder ojek online di Jakarta. Bisnis - Abdurahman

Bisnis.com, JAKARTA - Peluang kendaraan roda dua mendapatkan payung hukum sebagai angkutan umum orang berada di titik nadir.

Pasalnya, para pakar lalu lintas dan transportasi, yang diundang Komisi V DPR RI untuk memberi masukkan dalam Revisi Undang-Undang No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam rapat dengar pendapat (RDP), dengan tegas menolak wacana tersebut.

Dosen Teknik Sipil Universitas Indonesia yang juga Ketua Komisi Hukum dan Humas Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Ellen Sophie Wulan Tangkudung menyampaikan aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama kendaraan roda dua tidak bisa dimasukkan menjadi transportasi umum.

"Data menunjukkan bahwa sepeda motor merupakan moda transportasi yang terlibat paling banyak pada fatalitas kecelakaan, dalam hal ini korban meninggal, di Indonesia," katanya, Selasa (18/2/2020).

Menurutnya, sepeda motor bisa dinyatakan sebagai angkutan transisional sebelum tersedianya angkutan umum yang memadai bagi masyarakat. Artinya, untuk daerah atau kawasan yang belum terfasilitasi angkutan umum dimungkinkan untuk memanfaatkan sepeda motor untuk mengangkut manusia, tetapi tetap berpelat hitam.

Senada, Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas menilai kapasitas angkut sepeda motor untuk manusia sangat terbatas.

"Selain itu, dimensi sosial politiknya lebih kompleks dan rumit atau sulit dikontrol," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Nurhayati Monoarfa menuturkan persoalan usulan sepeda motor sebagai transportasi umum akan terus dibahas dalam revisi undang-undang tersebut, termasuk kaitannya dengan IoT (internet of thing) berupa aplikasi ojek daring.

"Semuanya itu harus terkoordinasi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ojek Online
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top