LMAN: Pembayaran Langsung Pembebasan Lahan Tol Berpotensi Naik

LMAN memprediksi pada tahun ini akan banyak permintaan proses pembayaran langsung untuk jalan tol.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  23:43 WIB
LMAN: Pembayaran Langsung Pembebasan Lahan Tol Berpotensi Naik
Foto udara terowongan kembar pada proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Manajemen Aset Negara memprediksi permintaan untuk skema pembayaran langsung pengadaan lahan proyek jalan tol akan bertambah  pada tahun ini.

Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Qoswara mengatakan dari informasi yang didapat, tahun ini akan banyak permintaan proses pembayaran langsung untuk jalan tol.

"Kenapa, mungkin sudah melihat beberapa kejadian yang proses pembayarannya langsung di proyek bendungan, kereta api atau jalan tol Semarang-Demak. [Memang] dari jalan tol baru satu, ruas Semarang-Demak," ujarnya, Jumat (14/2/2020).

Dia menjelaskan pada dasarnya terdapat dua mekanisme pendanaan pengadaan lahan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk jalan tol yaitu melalui skema dana talangan Badan Usaha dan skema pembayaran langsung.

Dalam skema dana talangan oleh Badan Usaha, terdapat beberapa tahapan. Pertama, tahap pengadaan tanah meliputi identifikasi objek, pengumuman daftar nominatif, penilaian, musyawarah, validasi BPN, dan pembayaran oleh Badan Usaha.

Setelah itu, tahap pengawasan oleh Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) yang meliputi verifikasi dan exit meeting.

Adapun, tahap terakhir adalah pembayaran oleh LMAN, meliputi pengajuan pembayaran dan penyaluran pembayaran oleh LMAN.

Sementara itu, untuk skema pembayaran langsung, tahap pertama pengadaan tanah meliputi identifikasi objek, pengumuman daftar nominatif, dan penilaian. Kemudian tahap pengawasan BPKP dan musyawarah. Selanjutnya, tahap terakhir pembayaran LMAN meliputi validasi BPN dan pembayaran LMAN.

Qoswara menekankan bahwa skema pendanaan untuk pengadaan tanah yang digunakan dalam suatu proyek sangat bergantung pada permohonan kementerian dan lembaga terkait. Hal tersebut, imbuhnya, karena yang lebih paham proyek maupun alokasinya adalah  kementerian dan lembaga yang bersangkutan.

"Sekali lagi murni dari pihak kementerian lembaga mengajukan kepada kami, skemanya seperti apa. Infonya yang kami ketahui bahwa tahun ini akan ada ruas tol selain Semarang-Demak yang akan mengajukan permohonan bayar langsung untuk lahan ruas tol, mana saja, tunggu tanggal mainnya, sama, kami juga masih tunggu informasinya," jelasnya.

Terkait proses skema mana yang lebih cepat antara dana talangan dan pembayaran langsung. Qoswara mengatakan sebenarnya bergantung dari kelengkapan dokumen.

Adapun terkait kesiapan dana, LMAN mengklaim pemerintah memiliki anggaran yang cukup karena pihaknya juga memiliki perhitungan dari kebutuhan anggaran proyek-proyek tersebut.

"Sudah ada perhitungannya semua di sini, karena dilihat dari anggaran. Masih ada uangnya karena sekali lagi penganggaran yang dilakukan kementerian lembaga belum tentu dieksekusi semuanya di tahun yang sama," ungkapnya.

Sebelumnya, Jasa Marga mengusulkan agar pembiayaan pengadaan lahan untuk jalan tol dapat melalui skema pembayaran langsung. Hal itu perlu dilakukan untuk mempercepat proses pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, jalan tol, Lembaga Manajemen Aset Negara

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top