Tol Balikpapan-Samarinda Ditargetkan Beroperasi Penuh Akhir 2020

BPJT menargetkan jalan tol Balikpapan-Samarinda dapat segera rampung dan beroperasi pada akhir tahun ini.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  18:52 WIB
Tol Balikpapan-Samarinda Ditargetkan Beroperasi Penuh Akhir 2020
Pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda. - Istimewa-Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol menargetkan proses konstruksi jalan tol Balikpapan-Samarinda dapat segera rampung dan beroperasi sepenuhnya pada akhir tahun ini. 

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Kementerian PUPR Agita Widjajanto mengatakan bahwa saat ini proses konstruksi hanya tinggal menunggu seksi I dan seksi V. Jika tidak ada hambatan, dia menargetkan pengoperasian di kedua seksi tersebut akan menyusul tiga seksi lainnya yang sudah lebih dulu beroperasi.

"Tinggal seksi I dan V yang belum. Kedua seksi itu hanya tinggal konstruksi saja dan penyelesaian akhir. Operasi penuh ditargetkan bisa akhir tahun ini," ujarnya di Tangerang, Rabu (12/2/2020).

Adapun, pembangunan seksi I menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN sebesar Rp 271 miliar, dimana Rp 79,88 miliar di antaranya dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter.

Sedangkan untuk Seksi V didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman dari Pemerintah China sebesar Rp 848,55 miliar atau sekitar 8,5% dari total investasi.

Adapun, untuk seksi II, III dan IV, pembangunannya menggunakan dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.

"Pengerjaan untuk seksi I dan V itu porsi dukungan pemerintah, jadi seharusnya bisa [lebih cepat konstruksinya]," ucapnya.

Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda merupakan salah satu jaringan jalan tol yang akan mendukung konektivitas di kawasan Ibu Kota Negara (IKN). Selain tol tersebut, rencananya ada proyek-proyek jalan tol lainnya yang akan dibangun di IKN, salah satunya adalah jembatan tol Balikpapan-Penajam Paser Utara.

Seperti diberitakan Bisnis sebelumnya, proses lelang proyek Balikpapan-Penjaman Paser Utara ditunda karena masih menunggu rampungnya rancangan jaringan jalan tol di IKN yang baru.

Jembatan tol Balikpapan-Penajam Paser Utara yang akan menjadi jalan pintas di Teluk Balikpapan merupakan prakarsa badan usaha PT Tol Teluk Balikpapan, anak usaha PT Waskita Toll Road (WTR).

Jalan berbayar ini merupakan jembatan tol pertama di Kalimantan yang dirancang sepanjang 7,35 kilometer. Kebutuhan investasi untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp 15,35 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, jalan tol, bpjt

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top