Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Referensi CPO Februari Naik

Harga referensi CPO ditetapkan US$839,69 per ton. Harga referensi tersebut naik 15,07% atau sekitar US$109,97 dari periode Januari 2020 yang mencapai US$729,72 per ton.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  09:11 WIB
Harga Referensi CPO Februari Naik
Seorang pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di dalam sebuah pabrik minyak sawit di Sepang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia. - REUTERS / Samsul Said
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menetapkan harga referensi untuk produk minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk bea keluar (BK) periode Februari 2020, mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.01/2020 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar, harga referensi CPO ditetapkan US$839,69 per ton.

Harga referensi tersebut naik 15,07% atau sekitar US$109,97 dari periode Januari 2020 yang mencapai US$729,72 per ton.

“Saat ini harga referensi CPO berada pada level di atas US$750 per ton. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar US$8/ ton untuk periode Februari 2020,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Bisnis, Kamis (30/1/2020).

Adapun,  BK CPO untuk Februari 2020 tercantum yang pada kolom 3 lampiran II huruf C Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 13/PMK.010/2017 sebesar US$18 per ton.Nilai tersebut meningkat dari BK CPO bulan sebelumnya periode Desember 2019 sebesar US$0 per ton.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Februari 2020 sebesar US$2.544,43 per ton turun 1,06 persen atau US$27,21 dari bulan sebelumnya yaitu sebesar US$2.571,64 per ton.

Hal ini berdampak pada penurunan HPE biji kakao pada Februari 2020 menjadi US$2.256 per ton, turun 1,1% atau US$26 dari periode sebelumnya yaitu sebesar US$2.282 per ton.

Wisnu mengatakan, penurunan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan menguatnya harga internasional. Penurunan ini tidak berdampak pada BK biji kakao yang tetap 5%. Hal tersebut tercantum pada kolom 2 lampiran II huruf B PMK  No.13/2017.

Sedangkan untuk HPE dan BK komoditas produk kayu dan produk kulit tidak ada perubahan dari periode bulan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo kakao harga kakao kelapa sawit harga cpo pungutan ekspor
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top