Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementan Siapkan Pembenahan Data Produksi Kakao

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mulai melakukan konsolidasi dengan pemangku kepentingan industri kakao nasional sebagai langkah awal untuk pembenahan data komoditas tersebut.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  18:20 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mulai melakukan konsolidasi dengan pemangku kepentingan industri kakao nasional sebagai langkah awal untuk pembenahan data komoditas tersebut.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Antarjo Dikin dalam sebuah workshop yang digelar di Bogor belum lama ini mengemukakan bahwa statistik perkebunan bukanlah hal yang mudah lantaran beragamnya komoditas serta luasnya wilayah Indonesia. Pertemuan dengan pemangku kepentingan ini pun diharapkan dapat memberi pengetahuan dalam penyusunan data perkebunan. 

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir perwakilan Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Organisasi Cacao Internasional (ICCO).

"Banyak keuntungan yang akan kita peroleh dengan pengumpulan data yang valid karena saat ini kebutuhan akan data statistik sangatlah tinggi dan penting," kata Antarjo seperti dikutip dari rilis, Kamis (16/1/2020).

Untuk memperoleh data luas areal komoditas, Antarjo mengungkapkan bahwa Ditjen perkebunan telah bekerja sama dengan lembaga penelitian untuk menggunakan citra satelit. Pasalnya, perkebunan kakao di Indonesia tidak hanya didominasi oleh tanaman kakao saja, namun juga tumpang sari dengan tanaman lainnya sehingga upaya memperoleh citra sulit dilakukan.

Pembenahan statistik kakao dinilai menjadi hal penting mengingat Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan produksi dalam 5 tahun ke depan untuk mendukung target ekspor tiga kali lipat. Namun, sebelum sampai di tahap tersebut, data luas dan produksi kakao yang presisi diperlukan lantaran banyak tanaman yang berusia tua.

"Oleh karenanya, terkait dengan data statistik kakao, Indonesia perlu memiliki metode tersendiri yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Indonesia. Selain itu, kita harus memikirkan bagaimana cara kita untuk meningkatkan produksi tersebut," imbuhnya.

Sebelumnya, pelaku usaha mengemukakan bahwa perbaikan data kakao merupakan faktor yang penting guna mendukung diambilnya kebijakan yang tepat dan.

Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Piter Jasman menyebutkan data produksi kakao belum mencerminkan kondisi di lapangan dan hal tersebut tercermin dari utilitas pabrik pengolahan kakao yang masih rendah lantaran terbatasnya bahan baku lokal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementan kakao
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top