Kapal Tunda Nakal Pencuri BBM tak Berkutik oleh Alat Ini

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo III) berhasil menciptakan aplikasi pengontrol BBM (bahan bakar minyak) kapal tunda (tugboat) untuk mencegah praktek nakal kapal tunda menampung dan  menyalurkan  BBM curian.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  17:53 WIB
Kapal Tunda Nakal Pencuri BBM tak Berkutik oleh Alat Ini
Kapal berlabuh di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo III) berhasil menciptakan aplikasi pengontrol BBM (bahan bakar minyak) kapal tunda (tugboat) untuk mencegah praktek nakal kapal tunda menampung dan  menyalurkan  BBM curian.

Salah satu kasus penyalahgunaan BBM oleh kapal tugboat adalah kasus Tug Boat (TB) BSP III yang diamankan Badan Keamanan Laut (Bakamla) pada 7 Desember 2019 saat sedang mengisi solar secara ship to ship ke KM AB tanpa dilengkapi dokumen niaga.

Selain untuk memantau gerak-gerik kapal tunda, aplikasi ciptaan Pelindo III ini bisa digunakan sekaligus untuk mengontrol BBM kapal tunda, tujuannya untuk efisiensi bahan bakar sekaligus semangat menuju industri 4.0 yang berbasis digital.

"Dari aplikasi ini kami dapat mengontrol pergerakan dan penggunaan bahan bakar kapal tunda, serta mengetahui kecepatan, layanan, maupun jumlah BBM yang digunakan, dengan laporannya berkala setiap lima menit sekali," kata Senior Manajer IT dan Komunikasi Data Pelindo III, Agus Dharmawan di Surabaya, Jumat (24/1/2020), seperti dilaporkan Antara.

Alat ini, kata dia, terhubung dengan desktop maupun ponsel pintar yang bisa memberikan laporan real time, serta membuat efisiensi kerja berbasis digital.

"Kami menambahkan kamera CCTV di setiap kapal tunda, sehingga mengetahui keberadaan kapal dan lokasi sekitarnya. Hal ini untuk mengetahui kejadian di sekitar kapal tunda," katanya.

Dia mencontohkan robohnya container crane di Semarang pun sebelumnya bisa dideteksi melalui monitoring sistem.

Termasuk tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Wihan Sejahtera di perairan Tanjung Perak tahun 2015.

"Aplikasi yang kami miliki ini juga pernah digunakan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab tenggelamnya Wihan Sejahtera, sebab penerapannya memudahkan untuk mengetahui penggunaan bahan bakar secara digital," katanya.

Vice President Corporate Communication Pelindo III, Wilis Aji mengatakan sisitem ini sudah teruji dan telah dilaksanakan di beberapa pelabuhan untuk mengendalikan keberadaan bahan bakar kapal tunda.

"Sistem ini memudahkan perusahaan mengontrol pergerakan kapal secara digital, dan dipantau melalui command center di kantor pusat, termasuk dapat mengukur key performance indicator (KPI) awak kapal," kata Wilis, menjelaskan.

Ia mengatakan, dengan adanya aplikasi ini dapat mengetahui kecurangan awak kapal saat ingin mencuri bahan bakar.

"Alhamdulillah, sejauh ini Pelindo III belum menerima laporan tentang pencurian bahan bakar," katanya.

Wilis mengaku, Pelindo III telah memasangkan sistem ini di 7 kapal, dari total 15 kapal tunda di wilayah itu. Serta terintegrasi dengan sistem yang ada di darat.

"Tujuh kapal yang sudah terpasang aplikasi tersebar di wilayah kerja kami, sedangkan delapan kapal baru nantinya menyusul pemasangan aplikasi dan CCTV," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bbm subsidi, kapal

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top