Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Lebaran, Pengusaha Makanan dan Minuman Minta Jaminan Bahan Baku

Industri makanan dan minuman meminta pemerintah memberi jaminan bahan baku agar proses produksi untuk momen Ramadan dan Lebaran 2020 tidak terganggu.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  14:51 WIB
Pekerja mengemas jagung impor yang akan didistribusikan ke peternak di Gudang Bulog, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (24/1/2019). - ANTARA/Zabur Karuru
Pekerja mengemas jagung impor yang akan didistribusikan ke peternak di Gudang Bulog, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (24/1/2019). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) meminta pemerintah memberi jaminan pasokan bahan baku seiring meningkatnya kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan periode Lebaran.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan pelaku industri makanan dan minumam (mamin) menyiapkan pasokan untuk periode Ramadan dan Lebaran tiga bulan sebelumnya. Pada 2020, periode itu akan dimulai sejak April.

"Periode Ramadan dan Lebaran tahun ini lebih awal. Jadi,  kami sedang persiapan untuk kebutuhan bulan puasa dan Lebaran," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (23/1/2020).

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Adhi berharap pemerintah tetap sigap untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku. Pihaknya khawatir pasokan bahan baku yang dibatasi dengan kuota, seperti gula, garam dan susu, bakal tidak memadai. Padahal, pada periode tersebut tingkat konsumsi masyarakat bakal meningkat dibandingkan periode biasa.

 "Ini yang perlu dijaga, yaitu ketersediaan bahan baku. Jangan sampai ada kekurangan dan memberikan dampak signifikan," ujarnya.

 Adhi sebelumnya mengatakan pada awal tahun ini sektor mamin kekurangan pasokan gula industri. Menurutnya, delapan pabrikan pengolah gula bahkan telah menghentikan proses produksi lantaran tidak mendapatkan pasokan bahan baku. Akibatnya, sebagian pabrikan mamin hanya mengandalkan cadangan gula yang tersisa di gudang. Cadangan pasokan itu hanya cukup untuk periode produksi selama dua minggu.

 "Biasanya industri mamin ada yang [mencadangkan] 1--2 minggu."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur industri makanan dan minuman
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top