Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembangan Area Tol Trans-Jawa Hidupkan Sektor Logistik

Rencana pembangunan pelabuhan daratan dan kawasan industri di Panjang, Lampung merupakan langkah tepat.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  17:21 WIB
Rest Area KM 215 di ruas Jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung. Hutama Karya menyiapkan 13 tempat istirahat di sepanjang jalan tol Trans Sumatra dari Bakauheni s.d Kayu Agung untuk melayani pengguna jalan tol. - Hutama Karya
Rest Area KM 215 di ruas Jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung. Hutama Karya menyiapkan 13 tempat istirahat di sepanjang jalan tol Trans Sumatra dari Bakauheni s.d Kayu Agung untuk melayani pengguna jalan tol. - Hutama Karya

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga pendidikan dan riset logistik Supply Chain Indonesia menilai keberadaan pusat logistik dan kawasan industri di area sekitar jalan tol Trans-Sumatra akan memberi dampak berantai bagi sektor logistik.

Chairman SCI Setijadi mengatakan bahwa operasional jalan tol di Sumatra perlu dilengkapi dengan prasarana dan sarana logistik agar memberi nilai tambah, baik bagi operator jalan tol maupun pelaku usaha logistik.

Dia menilai rencana pembangunan pelabuhan daratan (dryport) dan kawasan industri di Panjang, Lampung merupakan langkah tepat.

"Membangun dryport itu ide yang bagus dan ideal. Kesempatan membangun pusat logistik di Sumatra lebih bagus karena lahannya relatif lebih luas ketimbang di Jawa," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (16/1/2020).

Saat ini, jalan tol Trans-Sumatra sudah membentang sepanjang 329 kilometer, mulai dari Bakauheni hingga Lampung. Dalam waktu dekat, jalan tol sepanjang 33 kilometer dari Kayu Agung menuju Palembang juga bakal rampung.

Setijadi menuturkan bahwa keberadaan jalan tol di Sumatra secara langsung bakal berdampak terhadap sektor logistik.

Dia menyebutkan bahwa jalan tol bakal memangkas waktu tempuh dan mengurangi risiko keamanan. Untuk lintasan Bakauheni—Kayu Agung, waktu tempuh diestimasi mencapai 5,4 jam, jauh lebih singkat dibandingkan dsengan melalui jalan nasional yang bisa mencapai 12 jam.

Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, mobilisasi barang dinilai bakal lebih cepat.

Setijadi mengungkapkan bahwa Lampung dan Sumatra Selatan yang kaya dengan hasil bumi bakal merangsang permintaan terhadap kegiatan pergudangan, bongkar muar, dan pengemasan.

"Di sekitar jalan tol bisa dibuat kawasan integrated logistic center. Ketika integrated, ada penciptaaan nilai tambah, misalnya, packaging hasil perkebunan, bisa diproses di kawasan itu," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik supply chain
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top