PPRO Kembangkan TOD dengan Menyasar Pasar Mahasiswa

Tingginya minat pasar terhadap hunian berkonsep TOD ditunjukkan lewat proyek yang bakal dikerjakan PPRO di dekat Stasiun Juanda.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  11:06 WIB
PPRO Kembangkan TOD dengan Menyasar Pasar Mahasiswa
Pengunjung mencoba virtual reality disamping maket hunian terintegrasi transportasi Stasiun Rawa Buntu yang dibangun dengan konsep Transit oriented Development (TOD) di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (10/12/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Tahun depan, PT PP (Persero) Tbk. melalui anak usahanya PT PP Properti Tbk. akan mendorong pengembangan hunian dengan konsep transit oriented development dan menyasar segmen pasar mahasiswa.

Direktur Utama PT PP Tbk. (PTPP) Lukman Hidayat mengatakan bahwa kondisi pasar properti pada 2020 memang diperkirakan masih cukup menantang. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan terobosan dalam memasarkan produk properti.

“Tahun depan kami akan mulai masuk ke hunian berkonsep TOD dan juga menyasar lokasi-lokasi yang dekat kampus,” ujar Lukman ketika berkunjung ke redaksi Bisnis Indonesia, pekan lalu.

Menurutnya, strategi tersebut dilakukan karena minat pasar untuk hunian berkonsep TOD dan hunian khusus mahasiswa diperkirakan masih cukup tinggi meski kondisi pasar properti pada 2020 diprediksi cenderung stagnan.

Lukman mengungkapkan bahwa tingginya minat pasar terhadap hunian berkonsep TOD ditunjukkan lewat proyek yang bakal dikerjakan PT PP Properti Tbk. (PPRO) di dekat Stasiun Juanda.

Dia mengklaim bahwa hunian tersebut cukup diminati pasar walaupun proses pembangunannya belum dikerjakan.

Terkait dengan hunian yang difokuskan untuk menyasar segmen mahasiswa, Lukman menyatakan bahwa PPRO selaku anak usaha juga baru saja meluncurkan produk hunian vertikal yaitu Mazhoji yang berlokasi di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat.

Apartemen yang dikembangkan PPRO itu dikelilingi oleh beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, Universitas Gunadharma, Universitas Jayabaya, dan Universitas Islam Internasional Indonesia.

Direktur Keuangan PT PP Agus Purbianto menambahkan bahwa pada 2020, PPRO juga akan menggenjot pengembangan rumah tapak sebagai strategi untuk menghadapi implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 72 mengenai pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.

“Kami akan mulai lebih merambah ke pengembangan rumah tapak, tetapi untuk menjalankannya perlu landbank yang besar. Oleh sebab itu, kami sudah menjalin kerja sama dengan beberapa mitra untuk melakukan pengembangan di beberapa lokasi seperti di Jawa Tengah dan Jawa Barat,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ptpp, tod

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top