Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demi Bisnis, Angkasa Pura I Rela Gandeng Pihak Ketiga

Corporate Secretary Angkasa Pura (AP) I Handy Heryudhitiawan mengatakan kerja sama yang dimaksud adalah untuk sewa ruang dengan jaminan tahunan bagi hasil minimum.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 25 November 2019  |  09:30 WIB
Penumpang turun dari pesawat Citilink dengan kode QG 132 rute HLP-YIA, usai mendarat pada penerbangan perdana di bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, Senin (6/5/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Penumpang turun dari pesawat Citilink dengan kode QG 132 rute HLP-YIA, usai mendarat pada penerbangan perdana di bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, Senin (6/5/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) berupaya menjaga keseimbangan pertumbuhan bisnis nonaeronautika dengan menggandeng mitra usaha pihak ketiga guna mengembangkan aspek komersial di beberapa bandara yang dikelola.

Corporate Secretary Angkasa Pura (AP) I Handy Heryudhitiawan mengatakan kerja sama yang dimaksud adalah untuk sewa ruang dengan jaminan tahunan bagi hasil minimum.

Nantinya, mitra usaha dikenakan biaya sewa ruang sesuai luas gerai dan melakukan pembagian pendapatan (revenue sharing) minimum yang dibayarkan sesuai dengan jumlah penumpang di bandara.

"Pendapatan perseroan dapat meningkat melalui kerja sama dengan mitra usaha yang berkualitas dan kompeten, serta dapat meningkatkan citra perusahaan," kata Handy, Minggu (24/11/2019).

Dia menambahkan sejumlah bandara yang sudah menerapkan pola kerja sama sewa ruang dan Minimum Guarantee Revenue Share (MGRS) yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Selain itu, lanjutnya, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, dan Bandara Adi Soemarmo Solo.

Menurutnya, kerja sama bidang komersial tersebut bisa diterapkan terhadap seluruh bandara di bawah pengelolaan AP I. Terlebih, pada bandara yang memiliki potensi jumlah penumpang atau sedang dalam program pengembangan.

Salah satu bandara yang sedang dikembangkan adalah Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) di Kulon Progo. Saat ini, perseroan sedang membuka kesempatan kepada pelaku usaha berskala nasional dan internasional untuk mengikuti seleksi mitra usaha komersial.

Adapun, seleksi mitra usaha kali ini meliputi kategori usaha pengelolaan reklame (advertising) dan Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU). Pemilihan YIA sebagai bandara yang layak untuk dikomersilkan mengacu pada potensi tingginya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat.

Hal tersebut merupakan pasar potensial bagi para pelaku usaha untuk berbisnis di YIA. Apalagi, nanti setelah YIA bisa beroperasi secara penuh untuk penerbangan domestik dan internasional.

YIA yang telah beroperasi sejak 6 Mei 2019 hingga akhir Oktober 2019 telah melayani 185.000 penumpang. Di sisi lain, dalam 6 bulan beroperasi YIA telah melayani 2.044 pergerakan pesawat. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkasa pura i new yogyakarta international airport
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top