Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hutama Karya Kebut Konstruksi Seksi 6 Tol Pekanbaru-Dumai

PT Hutama Karya (Persero) menargetkan separuh konstruksi tiang pancang _pile on slab_ di seksi 6 jalan tol Pekanbaru-Dumai bisa tersambung pada Desember 2019.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 24 November 2019  |  18:08 WIB
aerial proyek pembangunan persimpangan jalan tol Pekanbaru-Dumai (Pekdum) Seksi 5-6 di Riau, Minggu (24/11) - Bisnis Himawan L Nugraha
aerial proyek pembangunan persimpangan jalan tol Pekanbaru-Dumai (Pekdum) Seksi 5-6 di Riau, Minggu (24/11) - Bisnis Himawan L Nugraha

Bisnis.com, DUMAI - PT Hutama Karya (Persero) menargetkan separuh konstruksi tiang pancang _pile on slab_ di seksi 6 jalan tol Pekanbaru-Dumai bisa tersambung pada Desember 2019.

Manajer Pelaksana dan Teknik Jalan Tol Pekdum Seksi 5 dan 6, Zakirman mengatakan konstruksi tiang pancang Yang tersambung akang memudahkan mobilisasi alat dan material. Saat ini, material dan peralatan diangkut melalui jalan timbunan tanah di pinggir proyek tol.

"Kami upayakan satu lajur pile slab bisa tersambung Desember nanti. Kalau [konstruksi] _at grade_ [timbunan tanah] bisa tersambung semua," ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu (24/11/2019).

Pembangunan jalan tol Pekdum Seksi 6 terdiri dari konstruksi tiang pancang sepanjang 13,5 kilometer dan timbunan tanah sejauh 11,5 kilometer.

Per 20 November 2019, progres konstruksi telah mencapai 71 persen. Pekerjaan konstruksi di seksi 6 dijadwalkan rampung pada Maret 2020.

Zakirman menuturkan, dari panjang konstruksi timbunan tanah, sepanjang 8 kilometer sudah diaspal. Sementara itu, konstruksi tiang pancang hanya sedikit yang menyisakan pekerjaan belum terpancang.

Menurut Zakirman, konstruksi tiang pancang di seksi 6 merupakan yang terpanjang di proyek tol Pekdum. Metode konstruksi ini dipilih karena tanah yang digunakan untuk jalan tol berupa lahan gambut dan rawa.

Berdasarkan pantauan Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019, ketinggian tiang pancang dari permukaan tanah bervariasi, mulai dari 6 meter hingga 13 meter. "Dengan memakai pile slab, air yang ada di rawa-rawa [di bawah jalan tol] bisa mengalir," jelasnya.

Di samping itu, penggunaan tiang pancang menghemat waktu ketimbang metode lainnya, semisal metode _vacuum consolidation method_(VCM). Zakirman menyebut, metode VCM memakan waktu cukup lama karena perlu waktu agar tanah menjadi padat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol pekanbaru-dumai Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top