PTPN XII Bangun Pabrik Karet Senilai Rp42 miliar di Malang

Pabrik pengolah lateks tersebut akan berkapasitas 4 ton/hari.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 09 November 2019  |  18:09 WIB
PTPN XII Bangun Pabrik Karet Senilai Rp42 miliar di Malang
Pekerja melakukan proses pengasapan karet di pabrik pengolahan karet Kebun Glantangan milik PTPN XII, di Tempurejo, Jember, Jawa Timur, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Seno

Bisnis.com, MALANG — PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII membangun pabrik pengolah karet lateks senilai Rp42 miliar di Kebun Pancursari, Malang merespons tingginya produksi karet di kebun tersebut.

Direktur Operasional PTPN XII Anis Febriantomo mengatakan luasan pabrik tersebut mencapai 1.200 m², di dalam areal 4.000 m² di kompleks perkebunan tersebut. Pabrik pengolah lateks tersebut berkapasitas 4 ton/hari.

“Pembangunan pabrik pengolah karet itu juga sebagai upaya efisiensi produksi,” ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (9/11/2019).

Pabrik karet di Pancursari disebut sedang dalam proses pembangunan dan pada Januari-Februari 2020 diharapkan sudah beroperasi. Pembangunan pabrik karet tersebut menelan investasi Rp42 miliar dan pengerjaannya sedang dalam proses tender.

Pekerjaan fisiknya diperkirakan dapat dimulai paling lambat pada Februari 2020. 

Adapun luasan tanaman karet yang sudah berproduksi di Kebun Pancursari mencapai 800 hektare (ha) dan Tanaman yang Belum Menghasilkan (TBM) mencapai 400 ha.

“Pabrik karet ini juga padat kerja, banyak menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” lanjut Anis.

Selain itu, PTPN XII juga berencana membangun pabrik serupa di Ngrangkah Pawon, yang memiliki kebun karet seluas 1.200 ha. 

Anis menambahkan di luar dua pabrik ini, pihaknya juga tengah membangun pabrik karet di Kediri dengan kapasitas produksi sama dengan di Pancursari, yakni 4 ton/hari. Pabrik ini diharapkan dapat beroperasi pada pertengahan tahun depan.

Jika karet lateks tidak diolah, tuturnya, maka ada potensi kehilangan yang besar karena ada selisih harga antara karet yang sudah diolah dan belum diolah di pasar. Harga karet mentah yang diolah saat ini mencapai US$ 1,4/kg-US$1,6/kg.

Harga sebesar itu dinilai masih kompetitif bagi karet mentah PTPN XII.

Tingkat daya saing PTPN XII  didukung oleh penerapan efisiensi melalui upah premi progesif. Dengan demikian, produksi karet bisa dipacu, tapi upah buruh yang diterima pun tetap tinggi dan bahkan diklaim melebihi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Keunggulan kompetitif lainnya adalah ukuran karet mentah produksi perseroan fleksibel, di mana ada ukuran big bale dan small bale. Perseroan menyediakan ukuran big bale dengan berat 133 kg/lembar dan dua ukuran small bale, yakni 33 kg/lembar dan 35 kg/lembar.

Sementara itu, produsen karet mentah lainnya biasanya hanya menawarkan big bale

Anis menerangkan jika masih memungkinkan, pabrik pengolahan karet di Pancursari dan Ngrangkah Pawon akan turut menyerap karet rakyat. Dengan syarat, kapasitas produksi masih tersedia dan mutu getah karet sadapan rakyat cukup bagus.

Secara keseluruhan, total luas tanaman karet di 17 kebun PTPN XII mencapai 15.579,97 ha. Hampir 85 persen produk karet dari perkebunan tersebut untuk memenuhi kebutuhan ekspor, utamanya untuk pasar Amerika Serikat, China, India, dan Inggris.

Karet dari PTPN XII banyak diserap di pasar ekspor karena mutunya yang prima, yakni penampakan normal dan bebas kontaminasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
karet, ptpn xii

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top