Tahun Depan Dinilai Belum Bersahabat terhadap Investor Properti

Pengembang disarankan agar meluncurkan produk yang target utamanya untuk pasar end user karena pertumbuhan kebutuhannya akan selalu ada.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 November 2019  |  06:54 WIB
Tahun Depan Dinilai Belum Bersahabat terhadap Investor Properti
Ilustrasi rumah mewah - Vancouver/realestates.com

Bisnis.com, JAKARTA — Menjelang 2020, banyak pengembang properti yang tetap percaya diri untuk meluncurkan beragam produknya dengan harapan bisa mendapat kinerja penjualan lebih baik setelah tersendat-sendat pada tahun ini.

Namun, 2020 diperkirakan belum begitu bersahabat, terutama bagi para investor. Pasalnya, seperti disampaikan Dani Indra Bhatara, Vice President Coldwell Banker, pertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan masih stagnan, bahkan sejumlah ekonom memperkirakan menurun.

Hal itu bukan hanya dikarenakan kondisi dari dalam negeri, melainkan juga pengaruh dari pergerakan ekonomi secara global.

Menurutnya, di Indonesia pertumbuhannya masih akan berada di kisaran 5,10 persen—5,30 persen.

Akan tetapi, dengan dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden serta kabinet pemerintahan yang baru periode 2019—2024, Dani mengatakan bahwa hal itu diharapkan bisa memberi dorongan kepada perekonomian nasional walaupun kemungkinan tidak banyak dan perlu waktu yang panjang.

“Jadi, [pemerintahan] sebelumnya kan selalu bikin kebijakan, tapi tidak cepet pelaksanaannya. Jadi, kita juga belum melihat bahwa adanya perubahan kebijakan kemarin-kemarin bisa cepat memecahkan masalah. Semoga bisa berlaku tahun depan dan mendorong perekonomian,” kata Dani kepada Bisnis, Minggu (3/11/2019).

Dengan kondisi tersebut, Dani menyarankan agar pengembang meluncurkan produk yang target utamanya untuk pasar end user. Hal itu karena pada sektor tersebut pertumbuhan kebutuhannya akan selalu ada.

Tahun depan menurutnya belum akan begitu bersahabat untuk investor. Selain perekonomian, kebijakan mengenai pajak juga belum ada kejelasan. Bagi pajak-pajak yang direlaksasi juga belum memberi dampak sehngga sampai tahun depan diperkirakan masih belum menguntungkan bagi investor.

“Memang pemerintah butuh waktu. Harapannya mereka [pemerintah] di kabinet yang baru tahun depan lebih mengerti terkait dengan dampak kebijakan-kebijakan itu sehingga implementasinya juga lebih baik,” sambungnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apartemen, pasar properti

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top