Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

General Electric Asia Pasifik Incar Pasar Kesehatan Indonesia

Presiden dan CEO GE Asia Pasifik Wouter Van Wersch mengungkapkan bahaa Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sekitar 17.000 pulau. Selain itu, Indonesia masih mempunyai remote area dan lokasi perbatasan dengan peralatan kesehatan sangat minim.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  07:15 WIB
Logo General Electric. - Reuters
Logo General Electric. - Reuters

Bisnis.com, BENGALURU – General Electric (GE) Asia Pasifik menilai pangsa pasar alat-alat kesehatan di Indonesia sangat besar lantaran dengan luasnya wilayah di Tanah Air.

Presiden dan CEO GE Asia Pasifik Wouter Van Wersch mengungkapkan bahaa Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sekitar 17.000 pulau. Selain itu, Indonesia masih mempunyai remote area dan lokasi perbatasan dengan peralatan kesehatan sangat minim.

“Pasar alat kesehatan cukup besar. Indonesia memiliki remote area yang cukup banyak. Namun, masalah yang dihadapi dalam pengoperasian alat kesehatan adalah kemampuan tenaga kesehatan di daerah yang sulit,” katanya, pekan lalu.

Pada Juni 2019, GE merilis CT Scan terbaru. CT Scan biasanya digunakan untuk mendukung pemeriksaan pasien, mulai dari trauma komples hingga pemeriksaan saraf pasien.

GE mencatatkan, sekurangnya telah ada 150 lokasi di Asia Tenggara yang memiliki lokasi dengan akses perawatan kesehatan. Terkait penyebaran CT Scan tersebut, GE mencatatkan sebanyak 40 unit tersebar di Vietnam, 39 unit di Indonesia, 34 unit di Filipina, serta ada juga di Malaysia, Kamboja dan Thailand.

Mengutip laman resmi GE Indonesia, CT Scan yang terbaru ini memiliki keunggula produk 128 slices, yang dilengkapi dengan fitur unggulan. Dari mulai Low Dose CT Scan (LDCT),  virtual colonoscopy , Xtream display di tengah gantry untuk penggunaan yang lebih sederhana, CT perfusi 4 dimensi, Denta scan, dan Lung VCAR.

LDCT merupakan tomografi terkomputasi dosis rendah yang bisa menghasilkan gambar tiga dimensi dengan resolusi tinggi dan lebih detail dibandingkan x-ray dada konvensional. LDCT bisa mendeteksi bengkak yang sangat kecil di paru-paru, yang terlalu kecil untuk dideteksi oleh x-ray paru-paru konvensional.

Produk keluaran baru ini juga menggunakan dosis radiasi yang lebih rendah dibandingkan CT-scan biasa. LDCT biasanya untuk mendeteksi kelainan paru termasuk kanker paru dan penyakit jantung koroner.

Dengan LDCT, maka pasien tak perlu khawatir akan terpapar radiasi karena menggunakan radiasi berdosis rendah sehingga pasien terpapar radiasi yang lebih sedikit dibandingkan CT-scan konvensional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan general electric
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top