Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Amanat Perpres 59/2019 Soal Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah Mulai Dijalankan

Sejumlah kementerian dan lembaga mulai bergerak menjalankan amanat Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 6 September 2019.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  18:00 WIB
Asnawi, petani di Lebak, berdiri di tengah sawahnya yang kekeringan pada Rabu (31/7/2019). - Antara
Asnawi, petani di Lebak, berdiri di tengah sawahnya yang kekeringan pada Rabu (31/7/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah kementerian dan lembaga mulai bergerak menjalankan amanat Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 6 September 2019.

Sebagai tahap awal, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengundang sejumlah menteri dan pejabat kementerian atau lembaga untuk melaksanakan rapat koordinasi pada Rabu (16/10/2019).

Salah satu langkah yang tengah dijalankan adalah melakukan verifikasi ulang lahan baku sawah yang saat ini terdata seluas 7,1 juta hektare (ha). Verifikasi ini menjadi penting untuk membuat peta persebaran sawah yang kelak akan dilindungi atau tidak diperbolehkan beralih fungsi.

“Pemberesan peta karena [sawah] baru bisa kita selamatkan kalau petanya bagus. Sekarang BIG [Badan Informasi Geospasial] sudah ada. Kedua, dalam tata ruang itu nanti kita akan wajibkan harus ada data spasialnya, yang mana sawah yang akan diselamatkan,” jelas Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Rabu (16/10/2019).

Selain kedua hal di atas, para pihak terkait juga akan kembali bertemu untuk merundingkan sejumlah hal lain yang perlu dimatangkan.

Salah satunya adalah terkait insentif yang akan diberikan kepada pemilik lahan sawah yang sawahnya ditetapkan sebagai sawah terlindungi atau tidak bisa diubah fungsinya ke fungsi lain.

Di samping itu, pihaknya juga akan menggodok aturan lain sebagai turunan atau petunjuk pelaksanaan perpres ini seperti kemungkinan perubahan fungsi sawah terlindungi ketika terbentur dengan kebutuhan lain seperti perumahan, industri, dan lain-lain.

“Karena kalau kita perlu bangun industri dan itu kadang-kadang harus dia korbankan sawah bagaimana rule base-nya dan lain lain. Ini baru rapat pertama dalam kita melaksanakan perpres disebut. Rapat berikutnya akan lebih jelas lagi semua menteri dan semua kementerian diminta menyiapkan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawah pembebasan lahan
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top