Ditemukan Retakan, Garuda Bicarakan Kompensasi ke Boeing

Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat Boeing 737-800 NG sebanyak 73 unit dengan 3 unit mencapai 30.000 siklus terbang atau flight cycle.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 14 Oktober 2019  |  17:47 WIB
Ditemukan Retakan, Garuda Bicarakan Kompensasi ke Boeing
Kinerja Garuda Indonesia mulai bangkit setelah kembali mendulang laba pada kuartal I/2019 senilai US20,48 juta. Namun, emiten pelat merah itu malah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari dugaan kartel harga hingga polemik laporan keuangan 2018. - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- Maskapai penerbangan Garuda Indonesia sedang menunggu langkah perbaikan dan tidak menutup kemungkinan akan mengajukan kompensasi kepada Boeing Co. terkait dengan temuan masalah pada Boeing 737-800 NG. 

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan menyatakan sudah melakukan koordinasi secara intensif dengan Boeing sebagai pihak pabrikan. Saat ini, maskapai sedang menunggu respons pabrikan asal Amerika Serikat tersebut.

"Koordinasinya berkaitan dengan penanganan dan perbaikan retakan itu. Kami belum bisa bilang [meminta kompensasi] itu, tetapi ada pembicaraan mengenai itu juga," katanya kepada Bisnis.com, Senin (14/10/2019).

Dia mengakui langkah penghentian terbang (grounded) sementara terhadap satu unit Boeing 737-800 NG akan berdampak pada hilangnya pendapatan maskapai. Di sisi lain, biaya perawatan tetap dikeluarkan kendati pesawat hanya berdiam di hanggar.

Grounded tersebut terpaksa dilakukan setelah maskapai menemukan adanya dugaan retakan pada bagian pickle fork pesawat. Temuan tersebut didapatkan usai melakukan pemeriksaan pada seluruh pesawat berjenis sama yang sudah mencapai 30.000 siklus terbang atau flight cycle.

Ikhsan menuturkan upaya tersebut dilakukan sebagai komitmen perusahaan dalam memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pelayanan optimal kepada para pengguna jasa merupakan hal yang utama.

Berdasarkan data Garuda Indonesia pada Kuartal I/2019, jumlah pesawat Boeing 737-800 NG yang dioperasikan mencapai 73 unit. Adapun, tiga unit di antaranya sudah mencapai 30.000 flight cycle

Sementara itu, Federal Aviation Administration (FAA), seperti dikutip dari Reuters (11/10/2019), sedang bekerja dengan pihak pabrikan dan regulator keselamatan penerbangan internasional lainnya untuk menelaah faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya retakan tersebut.

Sesuai peraturan yang berlaku, pesawat yang memiliki lebih dari 30.000 flight cycle harus diperiksa dalam tujuh hari. Sementara itu, pesawat dengan 22.600 flight cycle hingga 29.999 flight cycle harus diperiksa dalam 1.000 siklus. Siklus ini biasanya sesuai dengan jumlah penerbangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, boeing

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top