Genjot Daya Saing, Indonesia Perbaiki Kualitas SDM

Menurut Sri Mulyani, sebenarnya dari sejumlah aspek penilaian, Indonesia mengalami perbaikan yang cukup baik. Salah satu aspek yang ia contohkan adalah makroekonomi Indonesia yang dinilai baik.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  16:01 WIB
Genjot Daya Saing, Indonesia Perbaiki Kualitas SDM
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat peluncuran MPN G3 dengan mengangkat tema APBN Bisa Digital di Jakarta, Jumat (23/8 - 2019). (Foto: Kemenkeu)

Bisnis.com, JAKARTA - Pendidikan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia di dunia Internasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi hasil laporan daya saing global 2019 yang dikeluarkan World Economic Forum.

Menurut Sri Mulyani, sebenarnya dari sejumlah aspek penilaian, Indonesia mengalami perbaikan yang cukup baik. Salah satu aspek yang ia contohkan adalah makroekonomi Indonesia yang dinilai baik.

Kendati demikian, ia mengatakan turunnya daya saing Indonesia adalah akibat dari pendidikan yang masih minim. SDM Indonesia saat ini kebanyakan hanya lulusan SD atau SMP yang menyebabkan kurangnya kualitas tenaga kerja di Indonesia.

Ia menjelaskan, perlu ada perbaikan menyeluruh pada sektor pendidikan dari bawah hingga ke atas. Perbaikan tersebut, lanjutnya, dapat meningkatkan kualitas SDM sekaligus mengerek daya saing Indonesia di mata global menjadi lebih baik.

Selain itu, upaya-upaya jangka menengah hingga panjang untuk pelatihan tenaga kerja perlu lebih diintensifkan. Ia berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan transfer dana dari pusat untuk membantu pemerintah dalam mendidik SDM yang kompeten.

"Karena mayoritas anggaran pendidikan akan dieksekusi oleh daerah. Kami juga akan terus mencari insentif-insentif tepat untuk daerah. Dana pendidikan dalam APBN yang mencapai Rp508 triliun pada tahun depan akan terus kami evaluasi penggunaan dan realisasinya," jelasnya saat ditemui di Tangerang pada Jumat (11/10/2019).

Kendati siap menganggarkan dana pendidikan dalam jumlah besar, ia mengatakan efektivitas dana tersebut sangat bergantung oleh program-program dari kementerian/lembaga terkait. Instansi seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi merupakan ujung tombak yang menjadi andalan pemerintah untuk meningkatkan pendidikan selain pemda.

Pada Laporan Daya Saing Global 2019 yang dirilis World Economic Forum, Indonesia berada di posisi ke 50 dari 141 negara yang disurvei. Perolehan ini turun lima peringkat bila dibandingkan dengan laporan pada 2018.

Performa Indonesia terkait riset masih tergolong rendah. Skor Indonesia hanya sebesar 23,2 dan berada pada posisi ke-83 dari 141 negara yang disurvei oleh WEF. Investasi atas riset dan pengembangan menurut WEF juga hanya sebesar 0,1% dari PDB yang membuat Indonesia menduduki peringkat 116 dari 141 negara terkait dengan anggaran riset tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daya saing

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top