Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dalam 5 Tahun, Pemerintah Akan Revitalisasi 5.000 SMK

Pemerintah akan melakukan revitalisasi terhadap pendidikan vokasi di Indonesia dalam 5 tahun ke depan.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  14:17 WIB
Pelajar SMK. - Antara
Pelajar SMK. - Antara

 Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah akan melakukan revitalisasi terhadap pendidikan vokasi di Indonesia dalam 5 tahun ke depan.

Menristekdikti Mohammad Nasir mengatakan pihaknya bersama Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, dan lembaga terkait akan melakukan revitalisasi 5000 sekolah menengah kejuruan (SMK) hingga 2024.

Dalam hal ini, salah satu contoh revitalisasi yang dilakukan adalah pembaruan kurikulum sekolah kejuruan. Nantinya, kurikulum SMK akan berdasarkan demand based atau sesuai yang dibutuhkan pelaku usaha.

“Kurikulumnya akan dibuat oleh pelaku usaha, dengan pengawasan pemerintah,” kata Nasir, Senin (7/10/2019).

Nasir menuturkan dengan kurikulum itu persentase siswa belajar di kelas hanya mencapai 40%—30% saja, sisanya mereka akan melakukan praktik langsung di lapangan. “Jadi ketika sudah lulus dia siap kerja.”

Saat ini, tambahnya, perusahaan tidak lagi menanyakan ijazah pelamar, namun yang ditanyakan apa kompetensi yang dimiliki. Oleh karena itu, yang diperlukan saat ini adalah sertifikat kompetensi.

Sejumlah perusahaan besar seperti Google saat ini tidak lagi mensyaratkan ijazah melainkan kompetensi. Dengan pendidikan vokasi pula, akan tercipta sumber daya manusia yang unggul pula. Pendidikan vokasi juga menjadi solusi dalam mengatasi pengangguran bagi generasi muda.

Adapun, revitalisasi pendidikan vokasi ini akan fokus pada lima sektor yakni pariwisata, pertanian produktif, pertambangan, kemaritiman dan ekonomi kreatif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smk vokasi
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top