Ekspansi Bisnis Bioskop: CGV Targetkan 83 Layar pada 2020

Jaringan bioskop CGV Indonesia mengaku tidak membidik target ekspansi layar lebar yang terlalu agresif pada 2020.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  07:49 WIB
Ekspansi Bisnis Bioskop: CGV Targetkan 83 Layar pada 2020
: Stan Wacoal di CGV FX Sudirman Jakarta saat merayakan anniversary ke-38 pada Kamis (19/9/2019). JIBI/Bisnis - Dionisio Damara

Bisnis.com, JAKARTA -- Jaringan bioskop CGV Indonesia mengaku tidak membidik target ekspansi layar lebar yang terlalu agresif pada 2020.

Head of Operation CGV Diana Abbas menjelaskan tahun ini CGV menargetkan ekspansi layar lebar bisa mencapai 81 layar sedangkan pada 2020 bisa mencapai 83 layar.

“Sampai September sudah ada 43 layar di Indonesia,” kata Diana kepada Bisnis.com, Minggu (6/10/2019).

Diana menilai perkembangan usaha perbioskopan nasional hingga kini masih memiliki prospek usaha yang sangat menjanjikan.

Menurutnya, masih banyak kota-kota potensial yang dapat dikembangkan secara baik untuk industri perbioskopan.

Sama halnya dengan tahun-tahun sebelumnya, pada 2018 misalnya, CGV  mengembangkan bioskop di kota-kota baru seperti Blitar, Gresik, Madiun, Makassar, Probolinggo dan  Purwakarta.

Pada tahun-tahun yang akan datang, hal ini akan tetap menjadi strategi CGV dimana pembangunan bioskop baru tidak akan dipusatkan hanya di Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga kota-kota berpotensial lainnya di sepanjang Indonesia.

“Indikator lain dari meningkatnya prospek industri perbioskopan di Indonesia juga terlihat dari bangkitnya film-film Indonesia. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan kontribusi atas pendapatan Perseroan yang berasal dari film-film nasional.”

Faktor pendukung lain yang juga merupakan indikasi atas berkembangnya potensi bisnis dan prospek industri bioskop tanah air adalah demografi penduduk Indonesia.

“Bertambahnya populasi generasi muda yang merupakan target utama Perseroan, dan ditambah dengan meningkatnya kalangan kelas menengah yang kami percaya merupakan kekuatan pendorong di pertumbuhan industri film Indonesia.”

Untuk itu, CGV menilai prospek usaha perbioskopan akan mampu bertumbuh positif dan pesat di tahun-tahun yang akan datang.

Terkait anggapan bioskop grup besar menyerobot pasar bioskop independen, Hariman mengatakan pihaknya selalu melakukan R&D dalam bentuk feasibility study sebelum melakukan ekspansi.

“CGV sbagaimana pelaku bisnis lain dalam melakukan ekspansi selalu menjalani proses R&D yang dilaporkan kepada Management dalam bentuk feasibility study untuk menunjang rencana operasional jangka panjang yang stabil untuk bisnis di lokasi yang dipilih. Kita tidak bisa berkomentar mengenai anggapan orang.”

Namun secara garis besar, imbuhnya,  strategi utama CGV adalah komitmen untuk senantiasa menyediakan berbagai pilihan hiburan kepada para pelanggan melalui penyediaan film yang dapat ditonton, lokasi menonton dan bagaimana cara menontonnya, dengan tetap mempertahankan layanan yang terbaik kepada para pelanggan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bioskop, cgv

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top