Nilai Investasi Proyek Bandara Singkawang Capai Rp4 Triliun

Menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi yang ditawarkan pada pihak swasta untuk pembangunan proyek ini bernilai Rp4,3 triliun. Jumlah itu terbagi atas dua jenis, yakni modal pembangunan bandara sebanyak Rp1,7 triliun serta modal operasional senilai Rp2,6 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  17:16 WIB
Nilai Investasi Proyek Bandara Singkawang Capai Rp4 Triliun
Ilustrasi - Pembangunan Bandara Singkawang, Kalbar. - Bisnis/Antara

Bisnis.com, JAKARTA –Proyek Bandar Udara Singkawang di Kalimantan Barat akan ditawarkan kepada pihak swasta melalui rencana Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Nilai investasi yang ditawarkan melebihi Rp4 triliun.

Menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi yang ditawarkan pada pihak swasta untuk pembangunan proyek ini bernilai Rp4,3 triliun. Jumlah itu terbagi atas dua jenis, yakni modal pembangunan bandara sebanyak Rp1,7 triliun serta modal operasional senilai Rp2,6 triliun.

Direktur Bandar Udara Direktorat Jenderal Hubungan Udara Kementerian Perhubungan Mohamad Pramintohadi Sukarno mengungkapkan, nilai investasi masih dapat berubah sesuai dengan perjanjian dan kajian lebih lanjut.

Lingkup KPBU dalam proyek ini mencakup tiga hal. Pertama adalah pengembangan sisi udara, landasan, serta fasilitas pendukung terkait. Pihak swasta juga akan bertanggung jawab atas operasional harian bandara. Nantinya, pihak swasta terpilih akan diberikan lisensi terkait oleh Kementerian Perhubungan sebagai pemegang kontrak dari pihak pemerintah.

“Swasta juga akan diberikan wewenang untuk pemeliharaan aset yang ada di bandar udara tersebut,” imbuh Praminto saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta, pada Senin (7/10/2019).

Bentuk KPBU yang dipilih pemerintah adalah Design, Build, Finance, Operate, Maintain, dan Transfer (DBFOMT). Badan Usaha terpilih akan mendapat konsesi selama 32 tahun. Waktu konsesi akan dihitung dari operasional bandara yang ditargetkan mulai pada 2023.

Dari masa konsesi tersebut, pihak swasta diperkirakan mendapat pemasukan sebesar Rp18 triliun. Jumlah itu terbagi atas dua sektor, yakni aeronautikal sebesar Rp15,9 triliun, dan non-aeronautikal Rp2,1 triliun. Potensi tersebut memiliki rasio pendapatan sebanyak 12% dan rasio pengembalian 15%.

Proyek tersebut akan dibangun berdekatan dengan jalur kereta api serta jalan raya Trans Kalimantan. Bandar udara SIngkawang akan terletak 25 kilometer dari Pelabuhan Kijing, dan 115 kilometer dari ibu kota Kalimantan Barat, Pontianak.

Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, pembangunan bandara di kotanya akan meningkatkan efisiensi akses ke wilayah tersebut. Hal ini dapat menunjang kegiatan ekonomi di Kota Singkawang.

Selain itu, ia juga berharap hal ini dapat turut menekan harga tiket pesawat yang kerap meroket karena permintaan yang tinggi. Hal ini, lanjutnya, akan mempermudah akses masuk baik untuk masyarakat maupun wisatawan.

“Faktor waktu menurut saya amat penting untuk meningkatkan daya saing sebuah wilayah yang kaya akan daya tarik investasi seperti Singkawang. Saya cukup yakin kehadiran bandara akan mengerek kegiatan ekonomi sekaligus meningkatkan investasi di wilayah itu,” tutur Chui Mie.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembiayaan infrastruktur

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top