Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DIREKTUR UTAMA TIKI TITI OKTARINA : "Jabodetabek Itu Rajanya"

Pasang surut industri jasa kurir di Tanah Air telah kenyang dirasakan PT Citra Van Titipan Kilat atau TIKI yang pada 1 September 2019 genap berusia 49 tahun.
1

Sekarang Persaingan Tidak Mudah Lagi

Tiki -
Tiki -

Bagaimana perjalanan yang akhirnya TIKI harus adaptif terhadap perubahan?

Kalau bicara bagaimana TIKI berubah setelah 49 tahun, sekitar era 90-an kami baru mulai pakai komputer. Waktu itu masih pakai database kalau tidak salah, kemudian mulai berubah menggunakan Windows Base sekitar awal 2000-an.

Pada waktu itu mulai ada muncul e-commerce kecil-kecilan seperti Bhinneka. Model bisnisnya saat itu, dia minta kurir jemput dari supplier mereka, dan kami lakukan itu pada akhir 90-an.

Zaman itu belum secanggih sekarang, konsumen masih pakai e-mail dan telepon. Kemudian loncat 10 tahun kemudian bisa terlihat teknologi sudah berubah ketika sudah mulai ada marketplace seperti Tokopedia, Lazada, Blibli sehingga seperti department store. Mereka memiliki warehouse.

Nah dua model perusahaan ini tentu karakternya berbeda, kebutuhannya pun berbeda. Dengan demikian, kami juga harus memenuhi kebutuhan mereka pun dengan cara berbeda. Yang satu misalnya dengan adanya teknologi, konsumen seperti marketplace Bukalapak, Tokopedia, itu tentu arahnya lebih ke pribadi.

Mereka itulah yang menentukan, saya mau pakai apa, pakai TIKI atau provider lain. Jadi kami bicara dengan katakanlah jutaan orang prospect customer.

TIKI sebagai legenda di industri jasa kurir, semestinya menjadi penguasa pasar. Bagaimana Anda mewujudkan itu?

Sebagai perusahaan yang sudah cukup lama, bagaimana untuk sustain adalah pasti menjadi pertanyaan besar dan sangat sulit dijawab. Namun, kami sadari sekarang persaingan tidak mudah lagi. Ketika ada gula, semut sudah banyak sekali.

Dulu orang melihat kurir itu bidang jasa yang kasar, cari orang melamar saja susah, sehingga kurir dianggap pilihan terakhir. Namun sekarang, tiba-tiba karena melihat potensi e-commerce naik, maka langsung semua bermain di situ. Saya rasa itu tantangan yang kami miliki sekarang, dan bagaimana kami bisa sustain.

Saat ini kami fokus pada kualitas dulu. Kualitas yang kami berikan harus sesuai apa yang kami janjikan. Kami memang sempat pada suatu masa pelayanan kami menurun sedikit, tetapi sekarang kami sudah kembali sebelum menjadi nomor satu lagi.

Namun untuk ke sana, kami harus bisa menjawab pertanyaan bagaiamana kami melayani customer dan membuktikan kepada mereka bahwa kami layak dipilih. Salah satunya kembali ke layanan.

Oleh karena itu, layanan yang dihadirkan banyak. Selain dari komitmen kami, layanan yang ada saat ini seperi online booking, adalah layanan yang tak pernah terpikirkan 10 tahun lalu. Itu sekarang menjadi layanan wajib harus ada. Kalau dulu pemainnya itu lagi itu lagi, kalau sekarang tidak seperti itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiki jasa kurir
Editor : Hendra Wibawa
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top