DIREKTUR UTAMA TIKI TITI OKTARINA : "Jabodetabek Itu Rajanya"

Pasang surut industri jasa kurir di Tanah Air telah kenyang dirasakan PT Citra Van Titipan Kilat atau TIKI yang pada 1 September 2019 genap berusia 49 tahun.
Puput Ady Sukarno & Sri Mas Sari
Puput Ady Sukarno & Sri Mas Sari - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  16:11 WIB
DIREKTUR UTAMA TIKI TITI OKTARINA :
Presiden Direktur PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Titi Oktarina (kedua kanan) melayani pengiriman barang, di area pameran kerajinan tangan internasional (Inacraft) 2019 , di Jakarta Convention Center, Rabu (24/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Pasang surut industri jasa kurir di Tanah Air telah kenyang dirasakan TIKI yang pada 1 September 2019 genap berusia 49 tahun. Untuk mengetahui perjalanan dan transformasi yang telah dilakukan perusahaan, Bisnis.com berkesempatan mewawancarai Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) Titi Oktarina belum lama ini. Berikut petikannya.

Bagaimana perkembangan TIKI hingga saat ini?

Pada saat kami lahir pada 70-an, perusahaan kurir belum banyak kompetitor. Dari situ kami bangun jaringan, sehingga pada saat ini kami menjadi jasa pengiriman dengan jangkauan terluas, yakni 98% kode pos. Adapun, 2% sisanya itu wilayah pulau-pulau terluar yang memang operasi ke sananya agak sulit.

Selama 49 tahun berdiri memang sudah banyak perubahan yang terjadi di TIKI. Waktu yang tidak sebentar itu, TIKI telah menghadapi berbagai macam era dan perubahan consumer behaviour.

Perubahan yang tadinya manual sekarang digital, yang tadinya hanya pengiriman udara sekarang banyak menggunakan moda transportasi. Kami mau komitmen pengiriman kami selalu cepat sampai.

Seberapa besar jaringan TIKI hingga sekarang?

Saat ini kami sudah ada di sekitar 453 kota yang dilayani. Kami ada di 413 cabang seluruh Indonesia dan kami 90% franchise. Kami sudah melayani 56.000 lebih kecamatan, dan kami saat ini juga ada aplikasi TIKI KU.

TIKI KU ini adalah aplikasi yang digunakan saat melakukan pengiriman. Itu manfaatnya lumayan banyak, baik untuk konsumen maupun TIKI tentang integrasi sistem seluruh Indonesia, ataupun dengan korporasi.

Kategori pelanggan kami ada dua yakni korporasi dan retail. Korporasi yang B-to-B, retail yang individu langsung, termasuk e-commerce masuk dalam retail. Kami juga sudah ada 3.000 gerai. Di Jakarta hampir 500 gerai. Kami juga didukung 5.000 lebih armada, yakni 1.500 mobil van, dan 3.500 kendaraan bermotor, dengan 12.000 karyawan.

Apa yang dilakukan TIKI untuk memenangkan kompetisi?

Sekitar 2 tahun lalu, kami mengadakan survei mengenai apa yang diinginkan konsumen. Ternyata memang mereka menginginkan kurir melakukan pelayanan dengan harga yang kompetitif dan pengiriman cepat, serta ada fasilitas penjemputan.

Yang juga tidak kalah pentingnya yaitu bahwa kami harus bisa memberikan informasi kepada pelanggan mengenai di mana posisi barangnya yang sedang dikirimkan itu. Ini sudah menjadi sesuatu yang wajib bukan add on lagi.

Kalau era 90-an, ketika barang dikirim, dan menelepon perusahaan kurir siapa pun, cukup dikatakan sabar saja dan semuanya paham. Namun sekarang, tidak ada lagi yang seperti itu. Jadi, kami memanfaatkan teknologi secara optimal.

Salah satu layanan andalan kami adalah Jempol alias jemput online. Konsumen bisa meminta penjemputan melalui aplikasi dan tidak perlu menelepon, dan kami bisa lakukan penjemputan.

Produk apa saja yang dihadirkan oleh TIKI?

Kami ada SDS, ONS, trucking, ECO, internasional dan reguler. Paling cepat kami ada SDS, yakni hari ini dikirim hari ini juga bisa diterima pelanggan. Begitu juga dengan ONS, kiriman hari ini maka besok akan diterima konsumen.

Reguler lebih dari sehari. ECO lebih lama dari produk reguler. Adapun trucking kami ada minimum berat yang itu lebih banyak barang kargo dan ini via darat. International adalah layanan produk yang kami kirirm ke luar Indonesia. Semua ini memiliki pelanggan bervariasi. Hal ini untuk support sesuai produk yang mereka inginkan.

Kami di beberapa kantor utama TIKI sudah 24 jam. Kami memiliki drive thru, yang mungkin ini satu-satunya kurir yang memiliki drive thru.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : tiki, jasa kurir
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top