Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelabuhan Masih Marak Pungli, Ini Tindakan Tegas Pelindo II

Coorporat Secretary PT Pelabuhan Indonesia II/IPC Shanti Puruhita menyebutkan bahwa telah mengaktifkan Sarana Pelaporan Pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS) di semua pelabuhan IPC.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  11:45 WIB
Petugas beraktivitas di New Priok Container Terminal (NPCT), Kali Baru, Cilincing, Jakarta, Senin (5/2). PT Pelabuhan Indonesia II atau IPC untuk kinerja tahun 2018 menargetkan pendapatan usaha naik 11.02%./ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
Petugas beraktivitas di New Priok Container Terminal (NPCT), Kali Baru, Cilincing, Jakarta, Senin (5/2). PT Pelabuhan Indonesia II atau IPC untuk kinerja tahun 2018 menargetkan pendapatan usaha naik 11.02%./ANTARA FOTO - Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia II akan menindak tegas oknum pekerja BUMN itu yang melakukan praktik pungutan liar (Pungli) untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan menahan kapal, barang, kru kapal, atau bahkan melakukan pelanggaran lainnya. 

Coorporat Secretary PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/IPC Shanti Puruhita menyebutkan bahwa pihaknya telah mengaktifkan Sarana Pelaporan Pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS) di semua pelabuhan IPC.

"Kalau memang benar terjadi, dan yang melakukan adalah oknum IPC, tentu kami tindak tegas," tuturnya pada Bisnis.com, Selasa (1/10/2019).

Sampai saat ini, Shanti menuturkan program digitalisasi pelabuhan telah dilakukan guna menghilangkan hal yang merugikan seperti menggunakan autogate yang sebelumnya masih konvensional.

Di sisi lain, dia melanjutkan pihaknya membutuhkan kerja sama para stakeholder terkait untuk meminimalisasi pelanggaran oleh oknum dengan mengadukannya ke WBS.

Menurutnya, WBS adalah Sistem Pelaporan Pelanggaran yang menjadi wadah bagi segenap Insan IPC dan pihak eksternal terkait untuk melaporkan dugaan pelanggaran terhadap prinsip tata kelola perusahaan serta nilai etika yang berlaku pada perusahaan.

Sistem itu dikenal sebagai IPC Bersih sebagai mekanisme kontrol jalannya perusahaan apabila terjadi pelanggaran terhadap etika profesional dan etika kerja.

MelaluiWBS, siapapun dapat menginformasikan indikasi tindakan kecurangan atau pelanggaran yang dilakukan Insan IPC dengan disertai bukti yang akurat.

Identitas pelapor tetap dijamin kerahasiannya sebagai whistleblower. IPC akan menjamin perlindungan terhadap pelapor dari segala bentuk ancaman, intimidasi, ataupun tindakan tidak menyenangkan dari pihak manapun selama pelapor menjaga kerahasiaan pelanggaran yang diadukan kepada pihak manapun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan pelindo ii
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top