Langganan Macet, BPTJ Usul LRT Jabodebek Diperpanjang Hingga Puncak

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, perpanjangan trase LRT hingga kawasan pariwisata Puncak Bogor perlu dilakukan mengingat kondisi lalu lintas menuju kawasan tersebut semakin padat.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 17 September 2019  |  21:00 WIB
Langganan Macet, BPTJ Usul LRT Jabodebek Diperpanjang Hingga Puncak
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono saat memberikan keterangan pers seusai diskusi panel menyoal masa depan sistem pengelolaan transportasi Jabodetabek, Kamis (2/5/2019). Dia mengungkapkan perlunya peran swasta dalam menjalankan rencana aksi 2020-2024, total investasi swasta yang dibutuhkan mencapai Rp247,5 triliun atau sebesar 75,12% dari total investasi Rp329,5 triliun. - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Bisnis,com,JAKARTA—Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek mengusulkan perpanjangan trase untuk kereta ringan atau light rapid transit (LRT) Jabodebek untuk menuju ke kawasan pariwisata puncak di Bogor.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, perpanjangan trase LRT hingga menuju kawasan pariwisata Puncak Bogor perlu dilakukan mengingat kondisi lalu lintas menuju kawasan tersebut yang semakin padat, sedangkan daya dukung jalannya dirasa semakin terbatas.

Menurutnya, hal itu juga dilakukan sebagaimana arahan dari Presiden Joko Widodo agar pembangunan infrastruktur dan akses transportasi difokuskan ke kawasan pariwisata.

“Sekarang kami masih fokus pembangunan LRT Cibubur-Dukuh Atas. Setelah itu, terbangun kami akan memikirkan agar dari Cibubur bisa terkoneksi ke Bogor,” ujarnya ketika dijumpai seusai menghadiri acara diskusi Peran TOD Sebagai Solusi Transportasi Masyarakat Khususnya Jakarta, Bogor, Depok, di Gunung Putri, Bogor, Selasa (17/9/2019).

Nantinya, Bambang menegaskan perpanjangan trase LRT Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) dilakukan dengan menghubungkan Cibubur dengan Baranangsiang, Bogor. Setelah itu, dari Baranangsiang akan dihubungkan lagi hingga ke kawasan pariwisata Puncak, Bogor.

Meskipun demikian, dia mengungkapkan saat ini pihaknya belum melakukan studi kelayakan. Menurutnya, BPTJ akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai usulan perpanjangan trase tersebut.

“Proyek ini kami yang akan prakarsai, dan rencananya kami akan segera bertemu dengan Bupati Bogor untuk membahas proyek tersebut, karena proyek ini harus segera dilakukan mengingat lalu lintas menuju puncak yang semakin padat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bambang menyatakan LRT Jabodebek ditargetkan beroperasi pada 2021. Setelah LRT beroperasi, dia berharap masyarakat di sekitar Jabodetabek bisa beralih untuk menggunakan transportasi massal tersebut.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menyambut baik usulan BPTJ terkait perpanjangan trase LRT Jabodebek hingga ke Baranangsiang dan Kawasan Pariwisata Puncak.

Untuk mengurai kepadatan lalu lintas dari Jakarta menuju kawasan Puncak Bogor dibutuhkan adanya pengembangan akses transportasi. Agar tidak terkendala pembebasan lahan, dia menyarankan agar pembangunan LRT menggunakan kontruksi melayang (elevated).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalur puncak, BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, lrt jabodebek

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top