Pebisnis Minimarket Lirik Prospek Ekspansi ke Kawasan TOD

Peritel modern segmen toko kelontong (minimarket) mulai melirik peluang ekspansi gerai ke kawasan terminal bus, sejalan dengan makin maraknya proyek pembangunan berorientasi transit di sejumlah daerah.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 16 September 2019  |  14:05 WIB
Pebisnis Minimarket Lirik Prospek Ekspansi ke Kawasan TOD
Gerai Alfamart - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Peritel modern segmen toko kelontong (minimarket) mulai melirik peluang ekspansi gerai ke kawasan terminal bus, sejalan dengan makin maraknya proyek pembangunan berorientasi transit di sejumlah daerah.

Property and Small-Micro Business Development Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) Hans Harischandra Tanuraharjo mengatakan, perusahaan telah membidik terminal bus sebagai lokasi baru ekspansi gerai Alfamart.

Untuk itu, beberapa waktu lalu, AMRT menandatangani nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terkait dengan revitalisasi terminal tipe A.

Terminal tipe A merupakan terminal bus yang disiapkan khusus untuk layanan bus angkutan lintas batas negara (ABLN) dan antarkota antarprovinsi (AKAP) yang ikut terintegrasi dengan layanan bus antarkota dalam provinsi (AKDP), angkutan perkotaan, dan angkutan perdesaan.

“Alfamart menyatakan minat untuk mengisi ruang komersial sesuai peruntukannya [di terminal tipe A], guna melayani masyarakat yang membutuhkan berbagai kebutuhan, khususnya makanan dan minuman,” katanya kepada Bisnis.com, belum lama ini.

Terminal tipe A yang ditawarkan kepada AMRT merupakan terminal bus yang akan direvitalisasi serta dikembangkan sebagai bangunan multifungsi atau mixed use dengan pembangunan berorientasi transit (transit-oriented development/TOD). Selain berfungsi sebagai tempat naik atau turun penumpang, terminal bus tersebut akan difungsikan sebagai pusat perbelanjaan/mal, apartemen, hingga hotel.

Berdasarkan data Kemenhub, saat ini terdapat 128 terminal tipe A yang dikelola langsung oleh Kemenhub. Sebanyak 40 d iantaranya akan direvitalisasi pada 2020, sedangkan 20 terminal akan direvitalisasi menggunakan APBN 2020.

Adapun, revitalisasi 20 terminal lainnya akan melibatkan investor swasta dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Kerjasama Pemanfaatan (KSP).

Hans mengatakan, AMRT hanya akan membuka gerai Alfamart di sebagian terminal tipe A yang ditawarkan oleh Kemenhub. Namun, dia tak bisa memberikan perincian lebih lanjut mengenai jumlah maupun lokasi dari gerai Alfamart tersebut lantaran proses revitalisasi dari 40 terminal tipe A yang ditawarkan belum dimulai.

“Kami tetap akan melakukan feasibility study terlebih dahulu pada masing–masing terminal yang ditawarkan. Tentu harus disesuaikan juga dengan karakteristik gerai kami.”

Menurutnya, pembukaan gerai Alfamart di terminal bus sebelumnya belum pernah dilakukan oleh AMRT. Pembukaan gerai di terminal bus merupakan langkah yang dilakukan perusahaan untuk memperluas jangkauan bisnisnya, setelah sebelumnya sukses membuka gerai di stasiun kereta api dan bandara.

Adapun, pembukaan gerai Alfamart di terminal tipe A diharapkan mendongkrak transaksi pembayaran dari layanan pemesanan tiket bus secara daring yang kini makin marak digunakan oleh masyarakat. Saat ini, Alfamart menerima transaksi pembayaran tiket bus untuk platform Traveloka, RedBus, BosBis, dan Easybook.

Sekadar catatan, sampai dengan akhir 2018, AMRT telah membuka 13.679 gerai Alfamart di seluruh Indonesia. Sepanjang Januari—Juni 2019, perusahaan telah membuka 165 gerai baru dari total target 500 gerai baru sepanjang 2019.

Sementara itu, Marketing Director PT Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf mengatakan, perusahaan juga tengah mempertimbangkan pembukaan gerai Indomaret baru di terminal bus.

Jumlah gerai Indomaret yang berada di fasilitas publik saat ini hanya sekitar 5% dari total gerai Indomaret yang mencapai 17.000 unit di seluruh Indonesia.

“Kami akan selalu lihat potensi beli dan traffic-nya [di terminal bus]. Itu adalah salah satu lokasi yang dapat berkembang,” katanya kepada Bisnis.com.

Terkait dengan rencana revitalisasi 40 terminal bus tipe A dengan konsep TOD pada 2020, Wiwiek mengaku pihaknya sudah mendapatkan penawaran dari pihak Kemenhub.

Namun, hingga saat ini masih belum bisa dipastikan apakah nantinya Indomarco Prismatama akan ikut melakukan penandatanganan nota kesepahaman dan membuka gerai Indomaret di terminal tersebut.

“Kalau memenuhi [persayaratan] dan ada areal komersial, bisa saja kami ikut masuk [ke 40 terminal tipe A tersebut],” ujar Wiwiek.

Direktur Prasarana Perhubungan Darat Kemenhub Mohamad Risal Wasal mengatakan, pada 2020 Kemenhub akan merevitalisasi 40 terminal tipe A dengan anggaran Rp1,5 triliun.

“Ditargetkan terminal-terminal tersebut kondisinya bisa jauh lebih baik sebelum masa Angkutan Lebaran 2020 tiba,” katanya kepada Bisnis.

Risal menyebut, seluruh terminal tipe A yang ada di Tanah Air sedang diarahkan pengembangannya menuju kawasan TOD. Sebagai langkah awal, Kemenhub mengajak peritel modern untuk mengisi areal pertokoan yang akan disiapkan di terminal-terminal tersebut.

“Terminal bus ini nantinya jadi lebih modern, akan kami kembangkan menjadi kawasan TOD, jadi [pengunjung] yang datang tidak hanya mereka yang akan naik bus saja. Bisa saja mereka datang untuk berbelanja atau makan dan minum di restoran yang ada disana,” ujarnya.

Adapun, ungkapnya, sampai saat ini hanya gerai Alfamart yang sudah dipastikan akan mengisi areal pertokoan di sejumlah terminal tipe A yang akan direvitalisasi oleh Kemenhub. Namun, dia juga belum mengetahui jumlah gerai, luas, hingga lokasi pasti terminal tipe A yang akan diisi oleh gerai Alfamart.

Mengenai skema kerjasama, Risal menjelaskan gerai ritel modern yang akan masuk ke terminal tipe A nantinya akan menjadi penyewa dengan kontrak yang harus diperpanjang setiap 1 tahun.

“Untuk [besaran] biaya sewa itu urusan Kementerian Keuangan. Kami hanya menyiapkan sarana. Biaya sewa berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak [PNBP], jelas itu ranah Kemenkeu. Mereka nantinya yang akan melakukan penghitungan di masing-masing terminal. Tapi yang jelas tiap terminal biaya sewanya akan berbeda,” paparnya.

Risal berharap, terminal tipe A yang direvitalisasi nantinya tidak hanya diisi oleh minimarket saja. Untuk itu, dia masih terus berupaya menawarkan gerai-gerai tersebut ke sejumlah peritel modern, tak terkecuali yang selama ini hanya membuka gerai di pusat perbelanjaan/mal.

“Kami sudah mengajak peritel modern untuk masuk ke terminal ini, kami sudah coba juga ke Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia [Hippindo], direspons positif dan sedang dipertimbangkan,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minimarket, ritel modern, tod

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top