Genjot Ekspor Mebel, Menko Darmin : Pemerintah Kaji Insentif PPN Kayu Bulat

Semua usulan dari asosiasi pengusaha sudah dicatat oleh Presiden Joko Widodo, termasuk mengenai insentif PPN kayu log. Intinya, dia menekankan pemerintah akan terus mendorong percepatan ekspor mebel, produk kayu, dan rotan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 10 September 2019  |  18:06 WIB
Genjot Ekspor Mebel, Menko Darmin : Pemerintah Kaji Insentif PPN Kayu Bulat
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah tengah membahas usulan para pengusaha mebel dan produk kayu untuk menghapus pajak pertambahan nilai kayu bulat atau log.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution seusai mengikuti rapat terbatas mengenai peningkatan ekspor mebel, produk kayu, dan rotan.

“Pengusaha juga keluhkan, masak kayu log kena PPN [pajak pertambahan nilai], sehingga pengolah kayu harus bayar PPN 10% sehingga kita pasti dikurangi harganya. Nah, kalau itu tadi, Menperin katakan sedang dibahas dengan Kemenkeu,” katanya di Kantor Presiden, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya, semua usulan dari asosiasi pengusaha sudah dicatat oleh Presiden Joko Widodo, termasuk mengenai insentif PPN kayu log. Intinya, dia menekankan pemerintah akan terus mendorong percepatan ekspor mebel, produk kayu, dan rotan.

Pasalnya, berdasarkan kajian International Monetary Foundation (IMF), Darmin mengungkapkan sektor industri mebel, produk kayu, dan rotan memiliki potensi cepat untuk dikembangkan.

Dia menyebut, perkembangan ekspor kayu dan produk kayu mengalami pertumbuhan cukup signifikan sekitar 32% dalam lima tahun terakhir.

Kendati demikian, ekspor produk mebel justru mencatatkan perlambatan akibat kalah saing dengan produk sejenis dari China.

Berdasarkan Kementerian Perdagangan, nilai ekspor furnitur meningkat sejak 2016 hingga 2018. Nilai ekspor tercatat sebesar US$1,69 miliar pada 2018, atau naik 4% dibandingkan tahun lalu yakni 1,63 miliar.

Adapun, negara tujuan utama ekspor furniture Indonesia antara lain Amerika Serikat, Jepang, Belanda, dan Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pajak, darmin nasution, kayu, ppn, kayu bulat

Editor : Stefanus Arief Setiaji
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top