IMF : Kekhawatiran Perdagangan Global Melonjak 10 Kali Lipat

Kekhawatiran tentang perdagangan global tampak melonjak berkali-kali lipat dan diperkirakan dapat memangkas pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 September 2019  |  14:33 WIB
IMF : Kekhawatiran Perdagangan Global Melonjak 10 Kali Lipat
Aktivitas bongkar muat petikemas - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Kekhawatiran tentang perdagangan global tampak melonjak berkali-kali lipat dan diperkirakan dapat memangkas pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Menurut data yang dihimpun Dana Moneter Internasional (IMF), tingkat kekhawatiran mengenai perdagangan global telah mencapai hampir 10 kali puncak yang beberapa kali disentuh berdekade-dekade sebelumnya.

Tak hanya itu, kondisi tersebut diperkirakan dapat memangkas sekitar 0,75 poin persentase dari pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini.

Dalam indeks yang dibuat untuk mengukur ketidakpastian perdagangan (World Trade Uncertainty Index), IMF menyatakan Amerika dan Asia Pasifik sebagai wilayah yang paling terpengaruh kekhawatiran tentang perang perdagangan Amerika Serikat (AS)-China, sementara Afrika mengalami dampak terminim.

Setelah mampu mencatat stabilitas selama sekitar 20 tahun, indeks World Trade Uncertainty mulai menanjak sekitar kuartal III/2018, bertepatan dengan dimulainya pengenaan tarif impor baik oleh AS maupun China, menurut IMF.

Indeks kemudian menurun pada kuartal IV/2018 setelah pemerintah AS dan China mengumumkan kesepakatan untuk menghentikan kenaikan tarif dalam pertemuan G-20 pada bulan Desember di Buenos Aires.

Namun, gerak indeks secara signifikan kembali melonjak pada kuartal I/2019 menyusul peningkatan tariff dengan besar-besaran oleh AS terhadap impor asal China pada 1 Maret.

“Setelah mengalami jeda singkat, indeks meroket pada kuartal pertama 2019, yang mencerminkan kenaikan besar tarif AS atas impor China pada 1 Maret,” terang IMF, seperti dilansir melalui Bloomberg (Selasa, 10//2019).

Indeks itu didasarkan pada laporan Economist Intelligence Unit (EIU) yang tercatat sejak tahun 1996 serta dari metodologi yang digunakan dalam World Uncertainty Index milik IMF.

Dalam mengkalkulasi indeks baru, para peneliti IMF menghitung seberapa sering kata "ketidakpastian" muncul dalam laporan EIU mendekati istilah-istilah seperti "tarif," "proteksionisme" ataupun "perdagangan".

Meski ketidakpastian perdagangan secara umum telah meningkat di seluruh dunia, peningkatan itu jauh lebih tinggi untuk negara-negara ekonomi maju. Di sisi lain, kenaikannya tetap cukup rendah di Timur Tengah, Asia Tengah, dan Afrika.

“Kami juga menemukan bahwa peningkatan dalam ketidakpastian menunjukkan penurunan output yang signifikan. Berdasarkan estimasi kami, peningkatan ketidakpastian perdagangan yang diamati pada kuartal I/2019 bisa cukup mengurangi pertumbuhan global sebesar hingga 0,75 poin persentase pada 2019,” papar IMF.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imf, perang dagang AS vs China

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top