Revitalisasi Bisnis, Hero Supermarket Gelontorkan Rp500 Miliar

PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) telah menyiapkan dana lebih dari Rp500 miliar untuk pengembangan seluruh lini bisnisnya hingga akhir 2019.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  12:47 WIB
Revitalisasi Bisnis, Hero Supermarket Gelontorkan Rp500 Miliar
Warga memasuki gerai Hero di kawasan Gondangdia, Jakarta, Senin (14/1/2019). PT Hero Supermarket Tbkmelakukan penutupan 26 gerai di berbagai wilayah Indonesia. - ANTARA/Putra Haryo Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) telah menyiapkan dana lebih dari Rp500 miliar untuk pengembangan seluruh lini bisnisnya hingga akhir 2019.

Direktur PT Hero Supermarket Tbk. Hadrianus Wahyu Trikusumo mengatakan pihaknya tengah berfokus pada upaya transformasi untuk meningkatkan kinerja jangka panjang.

Berbagai pembaruan dan revitalisasi saat ini dilakukan terutama pada lini bisnis pasar swalayan Hero dan Giant untuk beradaptasi dengan perubahan preferensi pelanggan.

“Kami sedang berinovasi, melakukan penataan ulang gerai, mengubah area penjualan di gerai, dan memberikan penekanan pada penjualan produk makanan segar. Kami juga berupaya mengoptimalkan jangkauan yang kami miliki terhadap pelanggan,” kata Hadrianus kepada Bisnis.com Minggu (25/8/2019).

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Hero Supermarket adalah meluncurkan konsep baru di beberapa gerai Giant yang dimilikinya dengan tagline “Giant Tampil Beda”.

Konsep baru tersebut memberikan pengalaman belanja yang berbeda dari sebelumnya lewat penambahan fasilitas gerai, penambahan produk makanan segar dan siap saji, serta promosi yang lebih menarik.

Lebih lanjut Hadrianus menjelaskan, peluncuran konsep baru ini merupakan upaya perusahaan untuk membangkitkan kembali pasar swalayan Giant yang sempat meredup akibat penutupan enam gerainya di Jabodetabek beberapa waktu lalu.

Sebelum penutupan enam gerai tersebut, Hero Supermarket memiliki 125 gerai Giant yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sementara ity, untuk pasar swalayan Hero, Hadrianus mengatakan pihaknya sudah lebih awal melakukan perubahan konsep.

Pasar swalayan yang lahir pada 1971 itu saat ini fokus pada penjualan produk makanan segar baik bahan olahan maupun siap saji sesuai dengan tagline “Fresh Food People”.

Kemudian untuk lini bisnis toko obat dan kecantikan Guardian serta toko perabotan IKEA Indonesia, menurut Hadrianus keduanya telah menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan.

“Persentase pertumbuhan pendapatan keduanya mencapai dua digit,” ujarnya.

Guardian telah membuka 22 gerai baru di semester I-2019. Sedangkan untuk IKEA Indonesia, saat ini sedang dilakukan perluasan gerai eksisting yang berlokasi di Alam Sutera, Tangerang, Banten.

Perluasan tersebut sejalan dengan proyek pembangunan gerai IKEA Indonesia di Jakarta Garden City, Jakarta Timur dan Kota Baru Parahyangan, Bandung yang ditargetkan selesai akhir tahun 2020.

“Kami juga sedang merencanakan perubahan gerai Giant Hypermarket menjadi IKEA Indonesia di Sentul, Bogor, Jawa Barat,” kata Hadrianus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hero supermarket, supermarket, hero, ritel modern

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top