Ini Strategi Sarinah untuk Menghadapi Kelesuan Bisnis Ritel Modern

PT Sarinah (Persero) telah menyiapkan strategi khusus agar mampu bertahan di tengah lesunya bisnis ritel modern akibat perubahan perilaku konsumen di Indonesia.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  14:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sarinah (Persero) telah menyiapkan strategi khusus agar mampu bertahan di tengah lesunya bisnis ritel modern akibat perubahan perilaku konsumen di Indonesia.

Presiden Direktur PT Sarinah (Persero) Gusti Ngurah Putu Sudiarta Yasa mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan transformasi gerai-gerai ritel yang dimilikinya.

Transformasi tersebut berupa perbaikan penataan produk, kurasi produk, dan memberikan pengalaman belanja yang berbeda dari peritel lainnya.

“Produk-produk yang ada di Sarinah ini saat ini sudah kami lengkapi dengan story telling sehingga customer itu bisa mengetahui latar belakang atau asal-usulnya, memberikan gambaran bahwa produk-produk kami adalah produk unggulan dan punya fungsi sosial,” katanya, baru-baru ini.

Sarinah juga membuka pusat kuliner di sejumlah gerai yang dimilikinya. Pusat kuliner tersebut diharapkan dapat menjadi etalase untuk memperkenalkan ragam kuliner Nusantara kepada seluruh pengunjung Sarinah.

Selain itu, di tempat yang sama Sarinah menyiapkan ruang khusus yang bisa disewa untuk kegiatan pertemuan.

Di sisi lain, untuk mendongkrak penjualan ritel Sarinah juga tengah menyiapkanmarketplace khusus yang menawarkan produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari seluruh Indonesia.

“Saat ini ada sekitar 1200 UMKM binaanSarinah di seluruh Indonesia yang akan masuk ke marketplace ini,” kata pria yang akrab disapa Ngurah ini.

Marketplace yang tengah dikembangkan oleh Sarinah ini merupakan pengembangan dari platform dagang-el Sarinah Online yang bisa diakses melalui laman situs jejaring dan aplikasi untuk perangkat berbasis Android. Sarinah Online yang hadir sejak akhir 2017 rencananya dalam waktu dekat akan hadir dalam bentuk aplikasi untuk perangkat berbasis iOS.

Transformasi ritel dan pengembangan marketplace merupakan upaya yang dilakukan oleh Sarinah untuk mengejar target pendapatan 2019 senilai Rp892 miliar atau naik 18,84% dibandingkan 2018 sejumlah Rp724 miliar.

Kenaikan target pendapatan tersebut sejalan dengan target perolehan laba sebesar Rp27 miliar. Angka tersebut naik Rp25,93% dari perolehan laba tahun lalu sebesar Rp20 miliar.

Segmen ritel Sarinah pada 2018 memberikan kontribusi 15% dari total pendapatan perusahaan. Saat ini, Sarinah memiliki dua gerai berskala besar yang berlokasi di Jakarta dan Malang, Jawa Timur. Selain itu Sarinah juga memiliki sejumlah gerai dengan skala yang lebih kecil di sejumlah bandara di Tanah Air serta luar negeri. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, department store, ritel modern, sarinah plaza, sarinah

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top